Wacana Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat, Ini Tanggapan Elhan Zakaria

Elhan Zakaria. Foto : Ist.

Budayabangsabangsa.com, Jakarta – Elhan Zakaria menyikapi wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda.

Sebelumnya, telah marak di media tentang wacana pergantian tersebut. Melansir dari sebuah acara diskusi di Perpustakaan Ajib Rosidi, yang dilaksanakan Di Bandung pada Senin Bulan Oktober tanggal 12 lalu.

Kemudian sebuah angket yang sampai ke media sosial Elhan Zakaria yang bertemakan setuju atau tidak, Provinsi Jawa Barat diubah namanya menjadi Provinsi Sunda.

“Tadi saya lagi berselancar di dunia maya tiba-tiba ada angket saya langsung telaah dan isi saja, setelah itu saya kontak langsung penyebar angket yaitu Kang Dani Kurniawan, dan akhirnya kami komunikasi banyak,” ucapnya.

Setelah komunikasi, lanjut Elhan Kang Dani Kurniawan menyebutkan bahwa munculnya perubahan nama Provinsi Sunda akan menjadi inklusif untuk semua pihak lintas Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan dalam Bhineka Tunggal Ika.

Elhan Zakaria mengaku setuju dengan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda, “Bagi saya itu bagus, bukan hanya bagus tapi harus diperjuangkan agar namanya dirubah menjadi Provinsi Sunda. Jelas kok secara geografis pun hari ini Provinsi yang paling Barat kan Provinsi Banten, bukan Provinsi Jawa Barat lagi”, pungkasnya.

Elhan menambahkan, “Sunda itu peradaban masa lalu yang sampai hari ini masih ada, ya itu sunda. Sunda disini bukan hanya orang sunda kita, tapi lihatlah kenapa ditimur ada Sunda kecil dibarat ada Sunda Besar.

Menurutnya, ini bisa menjadi bahan pola kenapa Nama Provinsi Jawa Barat saya bilang setuju kalau diganti namanya menjadi Provinsi Sunda. Jelas akan ada efek ke Provinsi tetangga, misal Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten. Tapi jika dilihat lebih dalam nilai nilai kearifan lokal dan budaya gotong royong dalam kebersamaan tidak akan pernah hilang walau tersekat oleh garis garis karena kita semua adalah Bangsa Indonesia dan setiap warga negaranya memiliki hak untuk membela bangsa dan terutama untuk menyuarakan aspirasi.

Elhan lebih lanjut mengatakan, “Saya secara pribadi suport kepada inisiator yang saya belum pernah ketemu, tapi ini bagus untuk menegakan kearifan lokal yang ada, pro kontra pasti ada terlebih di Jawa Barat saat ini bukan hanya orang asli sunda yang bertempat tinggal, tapi jika melihat jauh kepada sejarah ini sangat bagus, kearifan lokal akan menjadi semangat baru bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya urang sunda sendiri untuk lebih mempelajari sejarah asli bangsa nusantara yang saat ini sudah menjadi Republik Indonesia. Selain itu ada aturan Permendagri nomor 30 Tahun 2012 yang bisa dijadikan pedoman untuk pola juga berbagai aspek juga saya yakin akan mendukung ke perubahan nama ini baik dari sisi sejarah, budaya, dan lain halnya yang jelas ini akan menjadi rujukan toponomi.”
Mulyadi Elhan Zakaria adalah politisi sunda kelahiran tahun 1984, asli Ciamis turunan Panjalu, yang saat ini terus mengembangkan potensi petani melalui jaringan Tanikarya Indonesia yang di komandoi Ibu Tani Indonesia Sumaria Daeng Toba.

Berbagai cara dilakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memajukan pertanian khususnya di Provinsi Jawa Barat dan umumnya diseluruh Provinsi yang ada di Indonesia.

“Tanah kita subur, asal jangan salah urus dan jangan kebanyakan kimia, coba lihatlah pasca pandemic covid-19 ini, dimana mana akan ramai soal pertanian, karena memang itu harus digencarkan, agar bisa mengurangi Impor, juga membuka peluang usaha bagi generasi muda,” tandasnya. (Red)

Redaksi
About Redaksi 921 Articles
Jurnalis Media Umum Independen Budaya Bangsa Bangsa

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*