Tangkal Radikalisme, Wakapolres Sorong Dorong Partisipasi Masyarakat

Wakapolresta Sorong Kompol Hengky Kristanto Abadi SIK (kiri)

 

Budayabangsabangsa.com, Sorong–
Radikalisme itu adalah suatu paham yang diawali dengan cara berbicara, berpikir. Ia menjadi bermasalah ketika cara berpikirnya itu bersifat inkonstitusional, tidak sesuai dengan moral bangsa.

Hal tersebut diungkapkan Wakapolresta Sorong Kompol Hengky Kristanto Abadi SIK dalam diskusi bertema kontraradikal di Mapolres Sorong Rabu (12/12/2018).

“Maka perlu dilakukan suatu langkah pendekatan yang bisa mengatasi masalah itulah yang namanya kontra radikalisme,”katanya.

Dengan pendekatan tersebut, menurut Hengky  pihak kepolisian bisa melaksanakan kontrol permasalahan yang terjadi terkait dengan radikalisme.

 Wakapolresta Sorong Kompol Hengky Kristanto Abadi SIK (berbaju batik) dalam diskusi bertema kontraradikal di Mapolres Sorong Rabu (12/12/2018).
diskusi bertema kontraradikal di Mapolres Sorong,  Rabu (12/12/2018).

Hengky juga menyampaikan, Intelijen dan Bhabinkabtimas merupakan ujung tombak dama penanganan kontra radikal.  Namun demikian, lanjut Hengky, penanganan radikalisme tidak bisa dilakukan sendirian oleh kepolisian.

“Kita pasti harus melibatkan dengan masyarakat karena memang polisi harus bersama-sama dengan masyarakat dalam menyelesaikan masalah,”imbuhnya.

Dia menekankan pentingnya diskusi soal kontra radikal untuk mencari ide-ide, kreasi kreasi inovasi inovasi yang datang dari masyarakat sendiri dalam upaya melaksanakan program kontraradikal di lapangan.

“Lebih baik mencegah daripada itu muncul. Mencegah itu lebih baik daripada mengobati,”pungkasnya.(Sutarno)

Redaksi
About Redaksi 856 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*