Sosialisasi Saber Pungli oleh Polres Metro Jakarta Utara kepada Juru Parkir di Wilayah Jakarta Utara

Sosialisasi Saber Pungli oleh Polres Metro Jakarta Utara kepada Juru Parkir di Wilayah Jakarta Utara

Budayabangsabangsa.com – Jakarta, Rabu.

Sosialisasi tentang kesadaran terhadap Juri Parkir atau Jukir perlunya penggunaan perangkat sebagai Jukir di DKI Jakarta untuk menghindari tuduhan Pungli atau Pungutan Liar yang saat ini gencar dilakukan oleh UP Parkir DKI Jakarta.

Sosialisasi yang dilaksanakan di kantor pusat UPT perparkiran DKI Jakarta Jalan Perintis Kemerdekaan Jukir di pimpin Manager Operasional perparkiran wilayah Jakarta utara H. Wawan Irwanto SH dan juga menghadirkan Inspektorat Pembantu Kota Jakarta Utara Ibu Sulistiyo, dan Tim Saber pungli.

Wawan Manops Jak-ut menjelaskan ke Budayabangsabangsa.com 8-8-2018, kegiatan ini selain memperkenalkan sistem aplikasi kepada Jukir atau juru parki juga mensosialisasikan apa itu tim saber pungli. Tujuan kegiatan ini penjelasan sebagai objek audit tim saber pungli yaitu seluruh juru parkir ( Jukir ) yang ada di wilayah Kotamadya Jakarta Utara dan Pencegahan terjadinya pungli serta kriteria pungli dimana juri parkir bisa jadi sebagai pelaku pungli dan juga oknum petugas yang mencoba mencari keuntungan pribadi dengan mengatasnamakan UP Perparkiran. Dan juga penjelasan tentang penggunaan alat aplikasi parkir untuk para Jukir.

Sosialisasi Saber Pungli oleh Polres Metro Jakarta Utara kepada Juru Parkir di Wilayah Jakarta Utara
Sosialisasi Saber Pungli oleh Polres Metro Jakarta Utara kepada Juru Parkir di Wilayah Jakarta Utara

Wawan juga menambahkan bahwa untuk saat ini Tarif yang ada sesuai Pergub itu paling rendah Rp 4.000 tapi untuk yang di kategori badan jalan itu Rp 5.000 dan paling tinggi itu diluar badan jalan sampai dengan 7500 per jam sesuai dengan Pergub 31 tahun 2017, tapi kesulitannya di lapangan bang adanya faktor beban pendorong korupsi juru parkir dikarenakan adanya tekanan beban yang diminta setoran atau upeti oleh oknum RW atau penguasa di area parkir, sehingga Jukir harus melakukan pungutan tanpa alat pungut bukti parkir karena kalau menggunakan alat pungut parkir berarti harus masuk ke kas Pemda parkir.

Dampak dari tekanan tersebut Jukir mungut parkir dengan aplikasi berbayar dengan pulsa token Jukir akhirnya melakukan pungutan melebihi tarif yang normal atau juru parkir memarkirkan kendaraan di luar marka parkir yang dilarang, untuk menanggulangi kerugian dari tarif yang telah ditentukan.

Dengan Sistem parkir aplikasi bisa menjamin akuntabilitas publik, tinggal sejauh mana kesadaran masyarakat untuk meminta tanda bukti parkir dengan menerima tanda pembayaran parkir melalui printer jinjing ( alat aplikasi ) dipastikSosialisasi Saber pungli oleh POLRES Jakarta utara kpd juru parkir di wil Jakarta utara masuk ke dalam rekening Pemda DKI Jakarta, tidak bisa dipungkiri lagi secara otomatis pendapatan akan meningkat, dan secara otomatis pula bagi petugas parkir yang tidak menggunakan aplikasi dia dipastikan melakukan pungutan liar atau parkir liar,” jelas wawan.

H. Wawan Irwanto SH selaku man ops up parkir wilyah Jakarta utara berharap melalui media budayabangsabangsa.com ikut mempublikasikan untuk kesadaran masyarakat dan meminta kepada tim pencegahan Saber pungli untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa untuk membayar parkir sesuai dengan tarif parkir, kalau tidak sesuai dengan tarif parkir juru parkir akan mengalami kerugian sebesar kekurangan pengguna jasa parkir yang dibayarkan. Kegiatan ini diikuti 120 juru parkir dari 6 wilayah kecamatan es-Jakarta Utara.

(Zul)

Redaksi
About Redaksi 865 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*