Serba Serbi Peringatan Tahun Baru Islam di Ponpes Al Zaytun di Masa New Normal Pasca Pandemi

Budaya Bangsa Bangsa, Indramayu – 1 Muharram merupakan sebuah tonggak penting dalam sejarah Islam.

Berbeda dengan Penanggalan atau kalender Masehi yang dimulai berdasarkan pada kelahiran Nabi Isa as, sedangkan untuk penanggalan 1 pada kalender Hijriah didasarkan pada hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.

Perbedaan lainnya, Kalender Hijriah berpedoman pada perhitungan tanggal berdasarkan pergerakan bulan terhadap bumi. Sedangkan untuk kalender Masehi perhitungan tanggalnya mengikuti pergerakan matahari terhadap bumi.

Begitu penting dan bersejarahnya momentum penanggalan tersebut, hampir seluruh umat Islam di dunia termasuk umat Islam bangsa Indonesia bersuka cita menyambut kedatangannya.

Seperti misalnya yang dilakukan Pondok Pesantren (Ma’had) Al Zaytun yang terletak di Desa Sandrem, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu Jawa Barat yang setiap tahun selalu memperingati Tahun Baru Islam.

Unik, oleh Pihak Al Zaytun istilah Muharram di-Indonesiakan menjadi Syuro. 1 Muharram atau 1 Syuro.

Sejak mulai beroperasi pada 1999, Ponpes Al Zaytun tidak pernah luput menyambut Tahun Baru Hijriah 1 Syuro dengan gegap gempita penuh oleh segenap Civitas Al Zaytun.

Tercatat, setiap acara peringatan tahun baru Islam di Ponpes Al Zaytun saat sebelum Pandemi Covid-19 selalu dipusatkan di Masjid Rahmatan Lil Alamin yang terletak di dalam Komplek Ponpes Al Zaytun.

Sejumlah pejabat, mantan pejabat serta publik figure pernah berkunjung ke Al Zaytun untuk memeriahkan peringatan Tahun Baru Islam seperti Mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Mantan Menkeu Fuad Bawazier dan lainnya.

Saat terjadi pandemi pada awal tahun 2019, peringatan tahun baru 1 Syuro di Al Zaytun tetap dilaksanakan tetapi dengan cara yang berbeda seperti doa dan zikir yang dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Memasuki era New Normal, pasca Pandemi, Peringatan Tahun Baru Islam di Al Zaytun kembali dilakukan kendati dengan jumlah peserta yang terbatas dan dengan tetap menerapkan proses yang ketat.

Setiap pengunjung diwajibkan melakukan Tes usap (Swab) antigen terlebih dahulu di pintu masuk kampus. Setelah dinyatakan sehat atau non reaktif, pengunjung dipersilahkan memasuki kampus Al Zaytun.

Seperti sebelumnya, peringatan 1 Syuro/Muharram tahun 1444 Hijriah masih dipusatkan di Masjid Rahmatan Lil Alamin.

Sejumlah tamu undangan dijadwalkan hadir antara lain Mantan Menteri Kesehatan Prof DR dr Terawan Agus Putranto, Bupati Indramayu Nina Agustina, Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim, Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Sundari Soekotjo dan lainya.

(red)

 

 

Red
About Red 1005 Articles
Jurnalis Media Umum Independen Budaya Bangsa Bangsa

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*