Rakernas Pewarna Indonesia Tahun 2020

Rakernas Pewarna Indonesia Tahun 2020, Karya Warna Dalam Pergumulan Bangsa

IMG_20201201_165848

Budayabangsabangsa.com,Bogor- Dalam rangka peningkatan kinerja organisasi dan penyusunan program kerja, Pewarna(persatuan wartawan nasrani) Indonesia menggelar rapat kerja nasional(rakenas) ke V pada(1-3/12/2020) yang diselenggarakan di Villa Habitat Hills Cilember, Cisarua,Bogor Jawa Barat.

Acara Rakernas ke V Pewarna Indonesia diawali dengan Khotbah yang dibawakan oleh, Pendeta Anton Tarigan, yang mengambil ayat dari Markus 1:3 “Ada suara orang yang berseru-seru di padang belantara,Siapkanlah jalan bagi Tuhan, buatlah jalan-Nya lurus”.

“Adalah suara orang yang berseru-seru di padang belantara, Sediakanlah jalan Tuhan dan luruskanlah lorong-lorong-Nya!”

Sebagai wartawan Pewarna, hal ini sangat penting didalam kompetensi dalam pergumulan bangsa, jika ingin berkontribusi harus berani, Pewarna Indonesia sebagai wartawan nasrani jangan membatasi liputan dengan orang nasrani saja, tetapi kepada seluruh umat mnausia.

Berikanlah berita kebenaran dari tulisan,dan dari berbagai elemen, serta dari unsur-unsur narasumber yang dapat masuk kedalam kehidupan masyarakat luas yang dalam pergumulan bangsa.

Pendeta Tarigan mengatakan, Pewarna Indonesia jangan lupa, sebagai sosial kontrol ditengah masyarakat pewarna harus mampu menyesuaikan fungsi dalam mewarnai pergumulan bangsa.

Bukan hal yg mudah dalam menerapkan fungsi informasi yang berbicara dalam sosial control ditengah masyarakat yang multi sosial budaya dan agama, sebagai wartawan nasrani.

“Kita bisa menjadi suara yang berseru bila mempunyai warna, Perwata Pewarna harus memiliki:
1.carakter, pewarna menjadi hamba Tuhan dan mencerminkan karekter kristus, yaitu mengimplementasikan suatu pemberitaan yang tidak berubah-ubah, yang membingungkan pembaca.
2. Capasitas, pewarna harus memiliki kemampuan atau kapasitas dalam mengolah berita kebenaran ke publik.
3.competensi, Pewarna harus mampu mengalihkan pemberitaan yang menjadi perhatian bagi orang banyak dan juga mengedukasi tentang apa yang sesungguhnya terjadi.
4. Colour, dibutuhkan keberanian agar dapat memberitakan kebenaran sebagai warna dalam kehidupan bangsa yang penuh dengan pergumulan.
5.coneksi, harus mampu berbaur untuk membangun koneksifitas untuk bisa berpengaruh bagi seluruh bangsa yang luas dalam kancah penyebaran berita
6.coreksi, pewarna harus berani untuk mengkoreksi jika berita yang beredar di masyarakat menyesatkan.
7.care, pewarna harus ada rasa kasih atau belas kasihan untuk dapat bergerak dalam kepedulian melakukan hal hal yang membantu sesamanya,

“Biarlah pewarna mempunyai peranan bukan hanya sekedar saja tetapi menjadi warna yang cemerlang dan bermanfaat bagi semua mahluk hidup” akhir khotbah Pendeta Anton Tarigan.

Selepas khotbah acara Rakernas dilanjutkan dengan Focus Group Diskusi(FGD), dengan mengangkat tema : Peran Pewarna Indonesia dalam Partisipasi Politik Umat Nasrani, yang sebagai pembicara utama, Ibu Alida Handau Lampe Ketua Umum Parkindo 45, Bapak Kamaruddin Simanjuntak Ketua Umum PDRIS, Bapak Apri Hananto Ketum PID, Bapak Dr.dr Ruyandi Hutasoit Sp.U,M.Th Ketua Dewan Pembina PDS.

IMG_20201201_165848

Yusuf Mujiono Ketua Umum Pewarna dalam kata pembukaannya mengatakan, rakernas ke V tahun ini bertema ” Karya warna dalam pergumulan Bangsa” yang terambil dari firman Tuhan Markus 1:3 dan dengan subtema ” peran pewarna dalam partisipasi politik umat nasrani”.

“Pewarna Indonesia menyadari bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara membutuhkan banyak karya nyata yang akan memberi warna dalam peliputan sebagai jurnalis nasrani” ujar Yusuf.

“pewarna indonesia berkewajiban untuk mengambil bagian dalam pergumulan Bangsa dan Negara Indonesia” akhir Yusuf.(zul)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*