Polairud Kembangkan Aplikasi Polsane bagi Nelayan

 

Budayabangsabangsa.com – Bertempat Kampung Nelayan Babel, Polisi Laut, air dan Udara (Polairud)  Polda Bangka Belitung mengembangkan aplikasi canggih Polsane bagi Masyarakat Nelayan di Babel, Kamis (14/11).

Kasubit Gakkum Irwan Nasution kepada sejumlah awak media memaparkan, “kami punya program Polsane, Polsane kepanjangan dari Polisi air sahabat Nelayan.”

Irwan menambahkan, demgan aplikasi ini kita ingin mendekatkan diri kepada masyarakat khususnya masyarakat nelayan, apapun yang mereka keluhkan kita beri solusi. ini akan memutus mata rantai kemiskinan di masyarakat, dengan aplikasi ini warga tidak harus ke kantor.

“Keluhan-keluhan bisa di sampaikan kepada petugas kami yang kita sebut Bakom, teknisnya mereka ada keluhan di terima oleh Bakom dan Bakom langsung melapor ke atas atau ke posko,”ucap Irwan.

Bila Bakom tidak bisa menyelesaikan maka harus ada kebijakan pimpinan, lalu aparat turun langsung ke lokasi.

Irwan Nasution (tengah)
Kasubit Gakkum Polairud Polda Babel Irwan Nasution (tengah)- foto/sut

Program polsane sudah berjalan lama sekali sudah sekitar empat tahun, dan masyarakat sangat merespon program ini dengan baik.

“Misalnya ada pengungkapan kasus masalah perompakan mereka langsung informasi ke kita, karena kita sering bergaul dengan mereka respon mereka memberi informasi apabila ada perompakan baru kita turun ke lapangan,”tuturnya.

IMG-20191115-WA0107 IMG-20191115-WA0105

Misalnya saja, Wahyudi seorang nelayan di sana memberi  ucapan terimakasih kepada polisi yang sering datang ke kampung nelayan ini dan mereka memberikan sosialisi pembimbingan sama nelayan di sini, tentang program aplikasi Polsane .

“Kami di bina tentang keselamatan di laut, kalau ada masalah di di laut tinggal telpon ke petugas  polairud dan Bakom,dan mereka sangat tanggap atas laporan kami, “ucap Wahyudi.

Wahyudi menambahkan, Kami juga punya Grup whatshaap dengan Bakom dan polairud.
“Kami sering diberikan sosialisasi oleh polisi bahkan dari Mabes Polri langsung datang kemari untuk bertatap muka kepada nelayan,” kata Wahyudi.  ( Sutarno )

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*