Pemkot Jakarta Utara Tak Mampu  Kendalikan Kerumunan di Kawasan Danau Sunter yang Ditutup

CYMERA_20210627_195327
Budayabangsabangsa.com Jakarta Utara- Kelurahan Sunter Jaya melakukan penutupan Kawasan Danau Sunter, pada rabu (23/6), Penutupan dilakukan sebagai upaya untuk menghentikan kerumunan masyarakat yang beraktifitas du kawasan danau. Serta mengendalikan penyebaran COVID-19. Dan nyaris semua media yang beraktifitas di kantor walikota Jakarta Utara memberitakan.
CYMERA_20210627_195412
Dikutip dari rilis kominfo Walkot Jakut(23/6) dan penjelasan kepada media Budayabangsabangsa.com, sekel(sekretaris kelurahan) Eka Persilian menegaskan, tidak akan segan-segan memberikan sanksi kepada masyarakat yang beraktivitas di Kawasan Danau Sunter.
“Buat warga yang kedapatan beraktivitas di Kawasan Danau Sunter akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk menjaga lokasi tetap steril (bersih dari pengunjung) kami juga menempatkan beberapa petugas gabungan dari kelurahan, Satpol PP, Sudinhub, TNI, dan Polri disana, Eka juga menambahkan jika ada warga memberikan informasi kepada pihak kelurahan tentang adanya aktifitas dikawasan danau setelah penutupan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas.
“untuk pengawasan kami 24 jam dan akan menindaklajuti tiap ada informasi yang melanggar batas waktu buka pkl dan sejenisnya untuk beraktivitas dikelurahan sunter jaya, warga bisa menginformasikan ke RT, RW, atau langsung ke Kami juga bisa, ada posko juga di kelurahan
jelasnya,” jelasnya.
CYMERA_20210627_195500
Kawasan danau sunter kelurahan Sunter Jaya kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara ditutup untuk mengendalikan pemaparan Covid-19, ternyata hanya dipemberitaan saja, kerena saat media budayabangsabangsa.com melintas kawasan danau sunter selatan hingga menuju wisma atlit, sepanjang jalan pkl(pedagang kaki lima) menjajakan dagangannya dan menciptakan lesehan ditrotoar.

Anehnya tidak ada 1 orang petugas pun atau kendaraan petugas baik itu satpol pp maupun Dishub yang siaga di danau, tidak seperti saat danau belum dinyatakan ditutup biasanya. 
CYMERA_20210627_195541
Apin(37) samaran, yang tinggal dikawasan elit sekitar danau mengatakan, kawasan danau mulai ada spanduk “ditutup” tetap saja ramai warga yang berkerumun, dan tidak ada petugas tang menghalau warga yang berkerumun dan juga pedagang yang jualan.
“mungkin cuman Tuhan saja pak yang bisa tutup danau ini, karena disini infonya banyak yang berkepentingan untuk menghasilkan uang,”ucapnya.

Sekel kelurahan sunter jaya Eka Persilian saat diinformasikan(27/6) melalui Whatsapnya terkejut dan tidak menyangka ada aktifitas dikawasan danau sunter yang ditutup.
“Waduh…biar saya yang follow up,” jawabnya.(zul)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*