Pemilik Bangunan Di Jakarta Utara “Pemberani”

Bangunan Di Kecamatan Cilincing Jakut Berdiri Diduga Tidak Sesuai Dengan Tertulis Di IMB
CYMERA_20210118_095030
Budayabangsabangsa.com,Jakarta utara-
Pemilik Bangunan yang menyalahi IMB dikenakan pasal 144 ayat 2 Perda Tahun 2010. Mereka yang melanggar dijatuhi sanksi denda minimal Rp 3 juta hingga denda maksimum sebesar Rp 50 Juta.

Bangunan dengan Nomor yang sudah tidak dapat terbaca dengan jelas di Jalan Camar 11 Blok F Gang VI RT 012/013 RW 07 kelurahan semper barat kecamatan cilincing jakarta utara, jenis kegiatan Renovasi Berat penggunaan rumah tinggal jumlah lantai 2 lantai ada diduga pelanggaran dalam alih fungsi pendirian bangunannya, dan juga Koefisien Dasar Bangunan(KDB)/KDB = (Luas Lantai Dasar : Luas Lahan) x 100%, Koefisiensi Lantai Bangunan (KLB)/ KLB = Luas Seluruh Lantai : Luas Lahan yang Dapat Dibangun,
Ketinggian Bangunan(KB), Ketinggian Bangunan dan Jumlah Lantai Bangunan (JLB)/JLB = KLB : KDB, Garis Sempadan Bangunan(GSB), Koefisien Dasar Hijau (KDH)/KDH = (Luas Terbuka di Luar Ruangan : Luas Lahan) x 100%,
CYMERA_20210117_231138
peraturan pemerintah pada Pasal 49 ayat(1) UU Perumahan “Pemanfaatan rumah dapat digunakan sebagai kegiatan usaha secara terbatas tanpa membahayakan dan tidak mengganggu fungsi hunian.”

Dan peraturan yang dikeluarkan oleh Pemda DKI Jakarta yaitu Keputusan Gubernur Kepala DKI Jakarta No.Bd. 3/24/19/1972 tentang Larangan Penggunaan Rumah Tempat Tinggal untuk Kantor atau Tempat Usaha.

Pada peraturan ini, sudah tertulis secara tegas dan jelas tidak diperbolehkan untuk menjadikan rumah tinggal untuk tempat usaha. Keputusan Gubernur ini dikokohkan dengan dengan Keputusan Gubernur Kepala DKI Jakarta No.203 Tahun 1977. Isinya berkaitan dengan kegiatan usaha apa saja yang diizinkan di area pemukiman.

Dimasa pandemi Covid-19 awak media sulit bertemu pejabat terkait(cktrp) untuk dimintai informasi, dan melalui telpon selularpun tidak ditanggapi.(zul)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*