Ma’ruf Amin Usulkan Pemanfaatan Teknologi Digital Keuangan Syariah

Kyai Ma'ruf Amin Cawapres Paslon Nomor urut 01 (foto: NA)

Budayabangsabangsa.com, Jakarta- Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah, Kyai Ma’ruf Amin hadir sebagai keynote speaker dalam sebuah seminar bertajuk “Teknologi dan Inovasi untuk Masa Depan Keuangan Islam” di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 13/01.

Dalam pemaparannya, Ma’ruf Amin mengajukan ide dan pemikirannya terkait kemajuan teknologi dan digital yang berkaitan dengan keuangan syariah.

“Ekonomi syariah harus jadi trigger (pemicu) bagi penguatan ekonomi nasional karena ekonomi Syariah merupakan dasar dari pemberdayaan ekonomi umat. Antara pemberdayaan ekonomi umat dan ekonomi syariah itu saling menopang. Ekonomi Syariah akan kuat jika umat diberdayakan, sehingga mampu menjadi nasabah. Umat yang dimaksud tentunya adalah seluruh umat beragama yang saling berinteraksi dalam bingkai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Ma’ruf Amin.

Lebih lanjut Cawapres nomor urut 01 ini menjelaskan,  teknologi digital harus mampu dimanfaatkan secara maksimal, guna memajukan keuangan syariah, dengan tetap memperhatikan kemaslahatan umat.

Dia menilai ekonomi umat bukanlah milik umat Islam semata. Ketika ekonomi umat dikembangkan dalam koridor umat Islam sebagai mayoritas, tidak berarti mengesampingkan umat minoritas.

“Mengembangkan ekonomi umat berarti memberdayakan semuanya, menitikberatkan pada pemerataan, keadilan sosial dan kepedulian guna memperkecil ketimpangan ekonomi saat ini,’ lanjut Ma’ruf Amin.

Dari sisi keuangan, dia menyarankan, aplikasi Finansial Teknologi (Fintech) diterapkan sesuai dengan prinsip dan nilai ekonomi syariah tidak hanya berjalan pada keuangan syariah komersial, namun juga dapat mencakup implementasi pada keuangan sosial syariah seperti pengumpulan dan penyaluran zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf.

Ma’ruf Amin menambahkan, beberapa contoh perkembangan teknologi digital yang terkait dengan ekonomi keuangan syariah dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi misalnya sistem produksi dan rantai nilai dalam sektor industri halal yang antara lain ditunjukan pada tingkat efisiensi proses dengan adanya penerapan teknologi digital.

Dalam seminar tersebut,  hadir para Pembicara yang berasal dari para pakar dan pelaku bisnis yang menggeluti langsung fintech syariah yaitu Wakil Ketua Komite Ekonomi & Industri Nasional /Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia DR. Arif Budimanta, Advisor Grup Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan DR.Widyo Gunadi, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Onny Widjanarko, Direktur IT & Manajemen Risiko Bursa Efek Indonesia Fithri Hadi, Direktur Utama Bank BRI Suprajarto, Ketua Asosiasi Fintech Syariah Ronald Wijaya, Managing Director PT. Mandiri Sekuritas Lisana Irianiwati, dan Direktur Utama PT Verita Sentosa Internasional (PayTren) Yusuf Mansur.

Sedangkan Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) DR.Friderica Widyasari Dewi, Ketua Cyber Law Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Centre Sinta DR.Dewi Rosadi, SH, LL.M, dan Guru Besar Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Ernie Tisnawati Sule, bertindak sebagai moderator dan memandu jalannya Seminar. (ht)

Redaksi
About Redaksi 872 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*