Manunggal Putro Budoyo Jathilan Magelang Berkembang Di Bekasi

 

Budayabangsabangsa.com, Bekasi – Sebanyak puluhan penari jaranan khas magelang secara bergantian tampil dalam latihan jathilan 2020, di Halaman Kantor RW yang sekaligus sebagai sekretariat sanggar seni Manunggal putro budoyo,yang ber-alamat
Jl. Anggrek Raya perumnas 1 Jakasampurna – Bekasi Barat, Kota Bekasi (Minggu 1-3-2020)

Rudy Restanto, Humas Sanggar Seni Manunggal Putro Budoyo
dalam wawancara dengan media menceritakan perihal kesenian jathilan, bahwa jathilan adalah tontonan yang digarap detail, dimainkan oleh penari profesional dengan fragmen menarik sehingga sangat layak untuk dinikmati.

“Mahakarya budaya tari dalam kesenian Jathilan ini sangat menggugah akan kecintaan pada budaya itu sendiri,sebagaimana simbol kami. Siapa lagi yang melestarikan kalau bukan kita,”katanya.

Rudy menambahkan, selain latihan Jathilan rutin juga ada kegiatan bakti sosial,yasinan tiap malam jumat,saat ada banjir kami juga mengumpulkan dan menyalurkan bantuan, jika ada anggota yang sakit atau meninggal semua ikut meringankan beban dengan memberikan bantuan.

Rudy Restanto Humas Sanggar Seni Manunggal Putro Budoyo.
Rudy Restanto Humas Sanggar Seni Manunggal Putro Budoyo.

Di manunggal Putro Budoyo kami ada iuran makanya dana pasti ada dengan menerapkan kebersamaan.

Jathilan kesenian jawa tengah berupa tarian kuda lumping klasik dan kreasi,dan rampak buto , Cakilan , Anoman.
“ini memang seni dari kas Magelang dan diisi oleh orang orang perantau di Jabodetabek,dan ada juga pribumi Bekasi dan sekitarnya yang ikut serta menjadi anggota,bila mana ada yang mau bergabung di perbolehkan tidak harus dari Magelang yang terpenting ada kemauan untuk berlatih,”kata Rudy.

IMG-20200303-WA0007 IMG-20200303-WA0009

Samggar ini pernah mengisi setiap acara even besar khususnya di Bekasi, beberapa kali tampil di TMII, Acara duta seni,pernah juga main di depan presiden Joko Widodo dalam acara pesta blangkon di gelora bung Karno, Pernah juga tampil di Cisadane Tangerang dalam rangka kirab Kota tangerang.
Sering diundang di Acara kawinan untuk meramaikan sebagai hiburan” Tegas Rudy.

” Yang paling berkesan adalah tampil di depan Presiden,dan juga pernah main film jaran goyang.” kata Rudy.

Anggota Manunggal Putro Budoyo kurang lebih 150 orang,60 orang perempuan 90 orang laki laki.
Anggotanya juga beragam, dari buruh, karyawan, pelajar, pegawai negeri,mahsiswa/i, TNI,polri.

Kepengurusan Sanggar Seni Manunggal Putro Budoyo, M.Bunyamin (Camat) Sebagai Pembina. Nurdin (Lurah) Sebagai Penanggung Jawab, M.Nasir Sebagai Kordinato, Khotib dan Dalsis Sebagai Ketua.

“Harapan kami semoga Manunggal Putro Budoyo (MPB) tetap bertahan, di lestarikan di rantau ini, dan bisa berkembang di Indonesia dan juga luar negeri, bisa membawa dampak positif untuk generasi muda agar supaya bisa mencintai melestarikan adat budaya Jawa jangan sampai punah,” Pungkas Rudy.

(Red)

Redaksi
About Redaksi 865 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*