Mahasiswa KKN Berikan Pelatihan Merajut Bagi Warga Dusun Mekarsari Gantar

Keterampilan Merajut Sebagai Alternatif Penghasilan saat Paceklik

Budaya Bangsa Bangsa-Indramayu, Mekarsari merupakan dusun yang memiliki curah hujan yang sangat rendah dan saat ini sedang dilanda musim kemarau panjang terletak di Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Kekeringan ini berdampak buruk bagi perekonomian warga Dusun Mekarsari yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai Petani.  Banyak petani yang menganggur dan kehilangan penghasilan.

Kehadiran Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) membawa sedikit angin segar bagi sebagian warga Dusun Mekarsari dengan  program pemberdayaan ekonomi,khususnya ekonomi kreatif.

Bentuk ekonomi kreatif yang ditawarkan berupa pelatihan dan pendampingan merajut yang diadakan pada Jum’at 2 Agustus 2019, mulai pukul 16.00 hingga 17.30 WIB di Masjid Bilal bin Rabah Mekarsari.

Nila Nur Laila, salah satu Mahasiswi IAI AL-AZIS Fakultas Tarbiyah, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) angkatan IV selaku pelatih dan pembimbing  bertugas memberikan Pelatihan kepada 14 peserta yang terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak.

Memang merajut adalah pekerjaan yang mudah, akan tetapi akan menjadi sulit jika tidak mengetahui teknik dasarnya.  Merajut adalah teknik memproduksi kain dari helaian benang atau wol. Tidak seperti tenun, merajut tidak memerlukan alat tenun ataupun peralatan besar lainnya, sehingga kegiatan ini dapat dilakukan di mana saja siapa saja, dan kapan saja. Selain bermanfaat bagi peningkatan penghasilan masyarakat, merajut juga bisa melatih kesabaran dan mengasah kreatifitas warga khususnya bagi warga nomaden dan non-agraria.

Adapun hasil keterampilan merajut bisa berupa tempat handphone, tas, bros, gelang, topi, dan lain sebagainya. Hasilnya dapat dikombinasikan dengan berbagai warna sesuai keinginan, sehingga dapat menarik minat para pecinta produk hasil rajutan.

Pelatihan merajut ini diawali dengan pengenalan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk merajut yaitu berupa benang rajut, hakpen, jarum jahit, gunting, dan korek. Setelah para peserta mengetahui dan mengenal bahan-bahan yang dibutuhkan maka selanjutnya peserta dibimbing untuk mulai merajut.

Pelatihan diawali dengan menampilkan video tutorial merajut untuk pemula yang ditayangkan melalui slide proyektor.

Selanjutnya, para peserta mengikuti arahan sesuai video tersebut, yakninbagaimana membuat simpul diawal untuk memasukkan jarum ke dalam benang.

Dalam tahap ini peserta tidak mengalami banyak kesulitan. Akan tetapi pada tahap selanjutnya yaitu pada saat membuat rantai sebagian warga mengalami kesulitan sehingga harus dibimbing satu persatu. Karena semangat dan keuletan para peserta, teknik-teknik merajut dengan cepat dapat dikuasai.

Salah satu mahasiswi membimbing warga merajut (foto/Elv)

IMG-20190813-WA0012 IMG-20190813-WA0013

“Saya sangat senang dalam pelatihan merajut ini dapat membuat berbagai macam barang, dan saya bisa mengekspresikan keahlian baru, bisa mambuat berbagai macam produk sendiri sehingga lebih efisien.” Ujar Silvi salah satu peserta pelatihan merajut.

Tujuan pelatihan keterampilan merajut oleh mahasiswa kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim Menara Air ini agar warga bisa menggali dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya dan mampu mengembangkan perekonomiannya dirinya dan masyarakat sekitar terutama ibu-ibu.

(Kamalia/Elvin)

Redaksi
About Redaksi 725 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*