Ketua GMBI Jakut, Tangkap Oknum yang ‘Beking’ Kasudin untuk Intimidasi LSM dan Wartawan !

Budayabangsabangsa.com -Jakarta.
LSM GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesi) Distrik Jakarta Utara yang lakukan giat aksi damai di depan pintu masuk Kantor Wali Kota Jakarta utara, kamis(28/10), mengutarakan tuntutannya agar Aparatur Tindak Pidana Korupsi Republik Indonesia ( tipikor ), segera memeriksa Pejabat yang menggunakan ‘Uang Rakyat’ dalam Penyerapan anggaran APBD Khusunya dilingkungan Pemerintah Kota Adminstrasi Jakarta Utara.

Sigit Priatna Putra Ketua LSM GMBI Distrik Jakarta utara menjelaskan, kamis (28/10), telah menyampaikan tuntutan mereka kepada Walik Kota Jakarta utara Ali Maulan Hakim, agar dugaan hasil investigasi LSM GMBI Jakut yaitu, adanya penyelewengan Anggaran dan ‘kongkalikong “dari hasil kerja Proyek dengan pihak pemborong atau kontraktor pelaksana, serta penyalahgunaan Jabatan yang diduga menguntungkan diri sendiri maupun kelompok khusunya di Sudin SDA Jakut yang dipimpin Adrian Mara Maulana, ST,M.Si, ditindaklanjuti dengan melaporkannya kepihak yang menangani tindak pidana korupsi.

Sigit menyebutkan dari hasil investigasi LSM GMBI, dugaan penyelewengan di Sudin Sumber Daya Air Jakut, dilakukan oleh Oknum Panitia Lelang /Pokja (UKPBJ) Jakut, konsultan Pengawas dari Dinas SDA maupun Kontraktor, pada pekerjaan proyek.

Perusahan yang melakukan dugaan kongkalikong yaitu, PT. Lambok Ulina, PT. Asiana Technologies Lestari, Leo Tunggal Mandiri, PT. Lesindo Utama Sakti, didapati hasil pekerjaan mereka diduga tidak sesuai dengan RAB, dan selalu tiap tahun Perusahaan tersebut yang mengerjakan proyek di Jakarta utara.

Sigit menambahkan satu dari investigasi LSM GMBI,& NBSP; PT Lambok Ulina melakukan Pekerjaan Proyek di Sudin (suku dinas) Sumber Daya Air (sda) Jakarta Utara, dengan nama kegiatan Pembangunan Saluran Penghubung Bukit Gading Raya ( BGR).

Pelaksaan pekerjaan pembangunan saluran penghubung BGR sudin sda jakarta utara dimulai 6 september 2019 dan selesai pelaksanaan 14 desember 2019.

” ada kejanggalan dengan pelaksanaan pekerjaan di sudin sda ini, dimana dari alamat kantor PT Lambok Ulina saja sudah berbeda beda, alamat yang tercantum di LPSE, saat mengikuti Lelang berada di Jl.Mabes Hankam No.2A RT 005 RW 002 kelurahan Bambu Apus kecamatan cipayung , dan alamat PT Lambok Ulina yang tercantum di Ditjen AHU berkedudukan di jl inpres rt 003 rw 002 kelurahan tengah kecamatam kramat jati jakarta timur. dan di papan proyek tidak tercantu alamat PT nya,” ujar Sigit.

Sigit juga berharap agar, Adrian Mara Maulana ST ,MSi kasudin SDA Jakut sebagai Kuasa pengguna anggaran dan Pahala C Tobing dari Kelompok Kerja Pemilihan, harus bisa menjelaskan ini ke publik, terkait alamat yang berbeda beda dengan nama PT yang sama yaitu PT Lambok Ulina dan saat ini Direkturnya jadi tersangka kasus proyek.

”Tahun Anggaran 2019 dengan nilai total pagu Rp.51.806.881.875 dan HPS Rp.13.313.296.181.34 serta harga penawaran terkoreksi Rp. 11.848.623.937.68 harga penawaran negoisasi Rp. 11.833.800.000. angka angka ini pun cukup jadi perhatian serta pertanyaan yang serius, dan nyaris semua Perusahaan Pelaksana melakukan hal yang sama,” lanjut Sigit.

LSM GMBI juga mendapatkan informasi, bahwa hampir ditiap Kantor Sudin dikawal oleh oknum sebagai penjaga istilahnya ‘Beking’ dan melakukan intimidasi kepada wartawan atau lsm yang melakukan publikasi, dari hasil kerja perusahan yang diduga bermasalah.

“kami akan tindaklanjuti informasi ini ke Gubernur dan KPK serta kepolisian agar membersihkan kantor Sudin di Wali Kota Jakut dari Oknum yang disebut ‘beking’,” kata Sigit.

Dari Aksi damai yang dilakukan oleh LSM GMBI tidak ada Aparatur Pemkot Jakut dilokasi untuk dikonfirmasi, karena sudah ada utusan LSM GMBI yang dipanggil pihak Pemkot atau sudin SDA untuk diterima tuntutannya.
(Zul)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*