Kepala Sekolah SMAN 41 Jakarta, Vaksinasi Dosis Satu Pfizer Khusus Siswa SMAN 41 dan SMAN 40

Budayabangsabangsa.com, Jakarta utara – Dra. Mas Ayu Yuliana Plt. Kepala Sekolah SMAN 41Jakarta, penyelenggaraan vaksinasi yang diselenggarakan hari ini senin (30/8/2021) di SMAN 41 Jakarta dosis satu Pfizer, ternyata khusus permintaan pihak sekolah kepada penyedia Vaksin untuk siswa serta orang tua siswa,petugas sekolah dan guru SMAN 41 dan SMAN 40 Jakarta.

Pernyataan itu diungkapkan oleh plt kepala sekolah SMAN 41 Jakarta

Dra. Mas Ayu Yuliana kepada siswa yang bersekolah di Jakarta Utara, dan khususnya berdomisili dilingkungan SMAN 41, yang datang ingin divaksin pada Senin(30/8/2021) dosis satu pfizer, karena keterbatasannya vaksin dosis satu sinovac.

“Yang mau di vaksin hari ini adalah khusus siswa, orang tua murid, petugas sekolah pengajar sman 41 dan 40,” katanya.

Informasi ini sangat jauh berbeda dengan penjelasan Tim Tenaga kesehatan(Nakes) maupun Kasudin kesehatan Jakarta Utara Yudi Dimyati, bahwa vaksinasi di SMAN 41 untuk siswa di Jakarta utara jikapun khusus untuk siswa di kecamatan Tg.Priok dam peserta baksin adalah usia 12-17 tahun dan vaksinnya pfizer.

Tim Nakes Sudin Jakut dr. Putri, infonya ke kami bahwa pihak sekolah di Jakarta utara SD, SMP maupun SMA sudah mendaftarkan siswanya kesekolah sman 41 untuk vaksinasi dosis satu pfizer hari ini (30/8).

“Kami tim nakes hanya melaksanakan atas permintaan untuk vaksinasi siswa usia 12-17 tahun dan dosis yang tersedia sesuai permohonan untuk 36 jiwa,” ucap Putri.

Kasudinkes Yudi, Saya sudah sampaikan ke kasudin dik, jangan dikhususkan hanya utk SMA 41 tapi semua pelajar warga tj.priok yang belum vaksin.
Jadi lebih ke khususan usia 12-17 (pelajar) Dimanapun sekolahnya.
Dan bila kekurangan vaksin akan didroping.  

Yudi Dimyati kasudinkes Jakut menambahkan, dilapangan petugas kesehatan tidak ada yang menolak siapa yang mau di vaksin.

  1. Orang tua siswa yang mau vaksin ditolak (karena khusus siswa usia 12-17 tahun)
  2. Siswa yang mau vaksin atas persetujuan kepala sekolah yang sudah ada list nama-nama siswanya.

 “Jadi bukan dari kesehatan yang menolak pak, Info tim kami, orang dewasa tersebut ditolak oleh korlap dr.putri,” jelas Yudi.

Bona siswa yang berdomisili sekitar SMAN 41 sangat kecewa karena sudah dua kali gagal ikut vaksin, yang pertama gagal karena vaksin dosis satu sinovac di kecamatan Tg.priok Habis, dan sekarang cuma khusus warrga sman 41 dan sman 40.

“Aku sedang pkl harus minta ijin untuk ikut vaksin, kemaren kamis (26/8) gagal vaksinnya habis dan kami diarahkan ke kelapa gading tapi untuk ikut vaksinnya harus daftar dulu ke Aplikasi JAKI, sekarang ini  kata kepsek sman 41 khusus buat mereka aja, ah ribet,” ungkapan kekecewaan Bona siswa SMK Strada.

Bona menjelaskan, tahu ada vaksinasi khusus pelajar di jakut dosis satu pfizer tidak melalui Aplikasi JAKI dari informasi pak kasudin kesehatan Jakarta melalui wartawan, karena gagal vaksinasi Kamis tempohari (26/8/2021).

Danang Wijanarka Lurah Sunter Agung yang mendapatkan informasi kekecewaan siswa yang tidak jadi divaksin hari ini  mengatakan perminta maaf, dan tidak perlu kecewa dan merajuk, bagi warganya yang siswa usia 12-17 tahun

“Tenang, pasti aman, saya lagi minta sinovac dosis 1, muga-muga segera dikasih, jadi ada solusinya,” ucap Danang sebagai penenang.

Dari asumsi orangtua siswa yang kecewa mengatakan, kemungkinan ada sesuatu yang perlu penjelasan dari pihak sekolah, tim nakes dalam hal ini kasudinkes, nakes puskesmas kecamatan dan juga pemerintah kelurahan, mengapa ada orang diluar siswa yang ikut vaksin sementara informasi adanya vaksinasi dosis satu pfizer di sekolah sman 41 terbatas.

“Saya warga RW 03 Sunter Agung baru tahu hari ini ada vaksin di sma ini, dan itu katanya khusus untuk siswa aja, tapi kok itu yang ikut daftar ada enci-enci dan engkoh-engkoh,” katanya. (zul)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*