Brigadir Ikhsan Purnama dan Aipda Sutrin Berdayakan Masyarakat Manokwari

AIPDA Sutrin (kanan) Polisi Penggerak Masyarakat Manokwari

 

Budayabangsabangsa.com, Papua– Polri diharapkan mampu menciptakan inovasi kreatif dan terobosan untuk memberdayakan masyarakat, selain tugas pokoknya sebagai pelindung dan penjaga kamtibmas.

Anggota Polri dituntut berperan aktif di tengah-tengah masyarakat seperti yang dilakukan Brigadir Ikhsan Purnama, anggota polisi yang bertugas
di Polda Papua Barat.

Dia merupakan Bhayangkara Pembina Keamanan Dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) sebagai ujung tombak pelayananan masyarakat.

Pria berdarah Jawa kelahiran Manokwari ini dikenal di masyarakat di Dobut, Distrik Manokwari Selatan, karena jasanya melakukan pendampingan terhadap warga setempat membuat Noken dengan
mendorong ibu-ibu membuat kerajinan tas rajut dari benang atau kulit kayu untuk dijual kepada wisatawan.

“Pendampingan berupa ikut memasarkan ke toko toko dan pasar yang dikunjungi turis. Terkadang saya juga mencarikan pemodal. Peran saya mendorong mereka agar tidak bosan untuk terus berkreasi agar noken  tidak punah dan disukai turis, melalui bantuan modal dan pemasaran,” kata Iksan.

Atas ketekunannya memberdayakan masyarakat, Brigadir Ikhsan mendapat penghargaan dari Kapolres Manokwari  dan Kapolda Papua Barat sebagai Bhabinkamtibmas berprestasi di bidang pemberdayaan masyarakat.

Brigadir Ikhsan Temui dan berbincang dengan Warga
Brigadir Ikhsan Temui dan berbincang dengan Warga

Selain itu,  Anggota Bhabinmas Polres Sorong Kota Aipda Sutrin Nanggong juga melakukan hal yang sama memberdayakan warga di sekitar Kali Meru untuk mewarnai kampungnya dan ikut menjaga lingkungan agar tidak membuang sampah di sembarang tempat.

Awalnya, ia melihat kampung di belakang polres ini kumuh dan rawan banjir bila musim hujan tiba. Hal ini disebabkan Kali Meru  dipenuhi sampah dan warganya sering membuang sampah di kali.

Sutrin kemudian merelakan sepeda motor dinas dijadikan  pengangkut sampah yang dikenal motor gerobak sampah.

Ide kreatif Sutrin   diawali setahun lalu, di mana ia menonton tayangan TV di Malang tentang Kampung Pelangi. Ia ingin mengajak warga di sepanjang  Kali membuang sampah tidak sembarangan. Ia juga menginginkan kampung dicat warna warni sehingga menjadi daerah tujuan wisata.

Inovasi dan terobosan kreatifnya timbul guna mengubah pola masyarakat sekitar Kali Remu untuk lebih peduli dengan lingkungannya. Sutrin mengajak warga untuk mengecat warna warni kampung mereka.

Dalam waktu setahun, kampung yang dulunya kumuh disulap menjadi kampung pelangi, rumah rumah serta halaman dicat dengan penuh warna sehingga kampung tersebut menjadi bersih, rapi dan menjadi tempat foto bagi anak anak muda di Kota Sorong.

“Sekarang orang tahunya bukan Kampung Remu, orang kenal sekarang Kampung Pelangi, tujuannya semata-mata masyarakat cinta lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai, sutrin mengatakan dengan bangga ( sutarno )

Redaksi
About Redaksi 872 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*