Bangunan Tak Hiraukan IMB, Diduga “Uang” Melemahkan Kinerja Pemerintah Jakarta Utara

CYMERA_20210124_163909
Budayabangsabangsa.com,Jakarta Utara- belum ada rekomtek(rekomendasi teknis), sehingga tidak dapat mengambil tindakan untuk menertibkan bangunan yang melanggar imb, dan bahkan tidak memiliki imb, adalah alasan klasik yang selalu di umbar oleh pihak Pol PP Jakarta utara, jika pihak media pertanyakan kinerja satpol pp jakut dalam penindakan bangunan bermasalah.

Jika pelaksanaan pembangunan bangunan gedung terjadi ketidaksesuaian terhadap IMB dan/atau menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, pengawas pelaksanaan wajib menghentikan sementara pelaksanaan pembangunan bangunan gedung serta melaporkan kepada Dinas. Dan jika ada ketidaksesuaian, pemilik bangunan gedung, pengguna bangunan gedung, penyedia jasa konstruksi bangunan gedung dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3(tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta.

Dasar hukum:
1. Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung;
3. Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2010 tentang Bangunan Gedung;
4. Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 128 Tahun 2012 tentang Pengenaan Sanksi Pelanggaran Penyelenggaraan Bangunan Gedung.
CYMERA_20210124_163727
Bangunan di jalan Danau Agung Barat Blok A-3 No.36 Kelurahan Sunter Agung, kecamatan Tanjung Priuk, Kota Administrasi Jakarta Utara. Bangunan yang awal IMB milik PT Rekso Nasional Food QQ Herlina Widjaja dengan No.IMB 103/C.37b/31.72.02.1006.03.006.l 1/2- 1-785/51/2020, Tgl 13-03-2020, Penggynaan Restoran, Lantai 2 Lantai, diduga imb pengalihan karena dibelakang bangunan tersebut berdiri rangka bangunan terbuat dari besi baja, dan kemudian IMB berubah menjadi 174/C.37b 31.72.03.1004.03. 004.l.1/2/-1.785.51/2020, Tgl 10-07-2020, Jln.danau Sunter barat blok A-2 no.23-A. Penggunaan Kantor dan Gudang, Pemilik PETTER HALIM.
CYMERA_20210124_163829
selain ada diduga pelanggaran dalam ijin pendirian bangunannya, dan juga dugaan pelanggaran :
-Koefisien Dasar Bangunan(KDB)/KDB = (Luas Lantai Dasar : Luas Lahan) x 100%,
-Koefisiensi Lantai Bangunan (KLB)/ KLB = Luas Seluruh Lantai : Luas Lahan yang Dapat Dibangun,
-Ketinggian Bangunan(KB), Ketinggian Bangunan dan Jumlah Lantai Bangunan (JLB)/JLB = KLB : KDB,
-Garis Sempadan Bangunan(GSB), Koefisien Dasar Hijau (KDH)/KDH = (Luas Terbuka di Luar Ruangan : Luas Lahan) x 100%.

Pemerhati dan peduli tata ruang kota Jakarta mengatakan kepada media Tambunan (24/1), Penyumbang terjadinya banjir di kota besar karena kurangnya penyerapan air atau sumur resapan air di gedung yang berdiri tidak sesuai IMB, atau bangunan berdiri tidak sesuai dengan tata kota.

“sudah biasa di Jakarta, kalo orang berduit bisa mengatur segalanya, sudah tidak perduli dengan harga diri atau sumpah jabatan atau dosa, yang penting bisa perkaya diri dan kelompok,” kata Tambunan.

Pemerintah terkait belum ada yang bersedia memberikan tanggapan dengan bangunan yang sudah berubah pemilik dan IMB tapi tidak berubah dugaan pelanggarannya.(zul)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*