Warga Lebih Memilih Aplikasi daripada Portalisasi

Budayabangsabangsa.com – Jakarta, Sabtu.

UP Parkir DKI Jakarta gencar untuk membenahi dan menertibkan perpakiran hingga ke area perumahan tingkat RW ( rukun warga ) sesuai dengan aturan dan peraturan sebagai bentuk penambahan pendapatan Pemda DKI Jakarta.

 

Wawan irwanto sebagai pimpinan UP parkir wilayah Jakarta Utara gencar dalam penataan Perparkiran di wilayah kerjanya untuk memberikan arahan dan penjelasan kepada warga yang memiliki kendaraan roda dua maupun roda empat atau lebih terkait lahan atau tempat parkir di komplek perumahan warga.

Antusias Warga

Wawan Irwanto memberikan arahan di Komplek Perumahan Taman Nyiur RW 015 Kelurahan Sunter Agung Kecamatan Tg. Priok Jakarta Utara dan juga pemilik ruko, UP Parkir wilayah Jakarta Utara berencana menerapkan portalisasi di ruko tersebut, namum sebahagian warga menolak dengan portalisasi dan memilih dengan aplikasi.

 

Warga yang menolak beralasan selain mengurangi omset mereka juga sudah membayar Pbb lahan area ruko mereka kepada Pemda. Toni sebagai pemilik ruko mengatakan bahwa penolakan untuk portalisasi sudah sejak tahun 2012 dan penolakan itu sudah berjalan hingga tahun 2018, perparkiran dilakukan secara manual.

 

Bima. SH selaku kepala penertiban UP Parkir Pusat menjelaskan kepada warga dengan tata perparkiran portalisasi lebih efektif dan dapat meminimalisasi terjadinya pungutan liar ( pungli ).

 

Hingga berita ini diturunkan belum ada kesepakatan antara pemilik ruko dengan UP Parkir, apakah menggunakan aplikasi atau portalisasi.

Wawan danĀ  Bima senada menuturkan kepada Media Umum Independen Budaya Bangsa Bangsa ( Budayabangsabangsa.com ) “kami akan cari kejelasan dulu bang terkait keterangan pemilik ruko yang mengaku membayar PBB, sebab sepengetahuan kami Fasus ataupun Fasum tidak dikomersilkan,” tutur Bima dan Wawan.

 

Liputan zul.

Redaksi
About Redaksi 612 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*