Tuduhan Sebagai WTS Atau PSK Atau Pelacur Tidak Terbukti

FOTO BERSAMA : 41 KORBAN RAZIA BERSAMA TEAM PENDAMPING KORBAN DENGAN KABIRO SKU DEMOKRATIS / BUDAYABANGSABANGSA.COM DAN SEKJEN FORWATARA JAKARTA UTARA pasca razia.

Budayabangsabangsa.com – Jakarta, Kamis.

Untuk rencana pelaksanaan event Festival Danau Sunter yang akan dilaksanakan pada bulan Februari 2018 pemkot Jakarta Utara sudah berbenah membenahi kawasan danau, mulai dengan penggusuran pedagang hingga razia.

Para pedagang atau pengusaha di kawasan Danau Sunter yang merupakan binaan koperasi KPPOP (Koperasi Pembina Profesi dan Olah Raga Air).

Pada razia yang dilakukan Pemkot Jakarta Utara yang dipimpin langsung wakil Walikota Jakarta Utara Junaedi pada tanggal 19 Januari 2018 dimulai kisaran pukul 20:00 WIB malam di kawasan Danau Sunter terjaring 41 wanita, yang memilik KTP 24 Orang, dan 7 orang KTP daerah, Pada razia tersebut Walikota Jakarta Utara, Junaedi menyebutkan bahwa wanita yang terjaring tersebut dari hasil BNN tingkat kota tidak terbukti ada pemakai Narkoba atau sedang mengkonsumsi Narkoba dan sejenisnya tapi terjaring 41 WTS atau PSK yang sedang menjajakan diri dijalanan dan menunggu juga ada yang menunggu tamunya di dalam cafe.

Para wanita yang terjaring dan disebutkan wakil Walikota Jakarta Utara Junaedi sebagai WTS atau PSK itu, dibawa malam itu juga ke Panti Sosial Bina Insani Bangun Daya 2 di Cipayung Jakarta Timur dan sampai di panti pukul 01:00 WIB dan diserahkan atau dititipkan oleh jajaran Sudinsos Kota Adm. Jakarta Utara oleh Ibu Widya untuk dilakukan pendataan dan juga pemeriksaan.

Pemeriksaan atau pendataan yang dilakukan oleh pihak Panti Sosial Bina Insani Daya 2 yang dimulai dari hari senin 22 Januari 2018 hingga 24 januari 2018, ke 41 wanita yang terjaring di Danau Sunter tidak terbukti adalah WTS atau PSK ataupun Pelacur seperti yang dituduhkan dan sudah dipublikasikan di beberapa media Cetak maupun Elektronik bahkan sosial media. Pada tanggal 24 Januari 2014 pada kisaran pukul 16.00 wib ke 41 wanita yang terjaring di Danu Sunter kembali kerumah masing-masing tanpa predikat penyandang PSK atau WTS atau Pelacur.

41 wanita yang terjaring di Danau Sunter di dampingi oleh advokat MEIVRI NIHARUA, SH serta Kabiro SKU Demokratis DKI Jakarta dan Budayabangsabangsa.com yang juga Sekjen Forwatara, yang juga,menyaksikan prosesi pemulangan ke 41 wanita tersebut. Bapak Sayman Pimpinan Panti sosial Bina Insani Bangun Daya 2 Cipayung Jakarta Timur menjelaskan, proses untuk membuktikan wanita yang terjaring tersebut melalui proses pendataan dan assessment dan dilanjutkan test psykologi setelah melalui proses ini baru mereka dapat diambil keputusan untuk dikembalikan kerumah masing-masing, jika tidak terbukti seperti yang dituduhkan dan jika terbukti maka yang terkena razia akan diteruskan ke Panti Sosial di Kedoya.

Bung Degy panggilan seharinya sebagai Advokat mengatakan kepada media, “hasil proses ke 41 wanita yang terkena razia di Danau Sunter kembali kerumah masing-masing yang artinya Warga se dunia ini dapat menilai sendiri, apakah mereka seperti yang dituduhkan, dan Bung Degy juga menyatakan bahwa pendapatnya proses yang dilakukan oleh pihak panti sudah profesional serta independen tanpa ada unsur paksaan atau intervensi dari pihak lain maupun pihak keluarga korban fitnah.

Bung Degy menyambung bahwa kemungkinan akan ada tindakan lanjutan terhadap masalah ini secara hukum kepada pihak-pihak yang merugikan kliennya.

Liputan zultampu.

Redaksi
About Redaksi 610 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*