Tri Budi Wibowo dan Padmono : Menyampaikan Kesan Pesan Pertamanya Hadiri Perayaan 1 Syuro 1441 H di Pesantren Al-Zaytun

Budayabangsabangsa.com – Indramayu. Ahad

Tri Budi Wibowo dan Padmono sebagai utusan dari Gereja Kristen Jawa Tanjung Priok hadiri perayaan 1 Syuro 1441 H di Pesantren Al-Zaytun.

Minggu (1/9), salah satu ponpes megah yang ada di Gantar, Indramayu, Jawa Barat mengadakan perhelatan besar dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1 muharom 1441 H, yang jatuh pada tanggal 1 September 2019. Dengan tajuk ‘menzahirkan jati diri Indonesia yang hakiki’ kali ini, dilakukan berbeda karena sebelum acara inti di depan Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin mengadakan acara penaikan bendera merah putih dipimpin langsung oleh Syaykh Al- Zaytun sebagai inspektur upacara.

Acara 1 Syuro 1441 H lalu dihadiri oleh masyarakat dari berbagai tokoh dari lintas agama, budaya, bahkan dari luar negeri. Salah satunya datang dari GKJ Tanjung Priok yang turut hadir diwakili oleh Tri Budi Wibowo dan Padmono, Seniman dan Jurnalis Pewarna (Persatuan Wartawan Nasrani).

Saat dijumpai awak media, Padmono mengatakan ini acara sangat luar biasa, saya ke Al-Zaytun baru kali ini, tapi sebelumnya saya sudah pernah berjumpa dengan syaykh. Sebelumnya saya juga pernah ke Kanada untuk mengikuti acara gereja sedunia, dan acara ulama NU di Situbondo, tapi ternyata, ini acara lebih besar lagi, lebih modern, lebih baik, organisasinya tersusun rapih.

WhatsApp Image 2019-09-03 at 16.42.16

Syaykh ini pimpinan faham sejarah, apa yang disampaikan sangat luar biasa, mengingatkan kita tentang jati diri Indonesia melalui pidatonya. Pimpinan luar biasa yang peduli dengan rakyat, ungkapnya.

Selingnya, “Jika diundang kembali, saya akan hadir dan saya akan tawarkan tentang kesenian wayang untuk tampil meramaikan disini,” menyampaikan tawarannya dengan semangat.

nasrani 2

Ditambahkan oleh Tri Budi Wibowo, “Saya juga pertama kalinya kesini untuk hadir mewakili Yohanes Tri W. Saya ditunjuk sebagai utusan gereja. Dan sebelumnya juga saya sudah pernah berjumpa dengan Syaykh Al-Zaytun waktu dibandung, waktu di acara pemberian penghargaan kepada tokoh. Apa yang saya lihat sangat luar biasa hingga saya tidak bisa berkata-kata. Saya akan sampaikan kepada jemaat untuk mengadakan kunjungan ke Al-Zaytun, untuk melihat dan belajar, mudah-mudahan Al-Zaytun ada di semua provinsi seperti ini, semua yang ada baik, bagus dikerjakan dengan baik. Kedepannya saya akan coba untuk bekomunikasi mengenai beras disini”, tutupnya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*