Tolak Kriminalisasi Ulama

Tolak Kriminalisasi Ulama

Budayabangsabangsa.com – Jakarta. 08/06/2017 dari hasil liputan kami di Aula Masjid Al Furqon, di kawasan Kramat Raya Jakarta Pusat, Selasa (6/6) dari jam 15.30 wib hingga Magrib berlangsung pertemuan antar ormas Islam dan pengurus masjid se Jabodetabek yang di gagas oleh Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia dengan peserta sebanyak 75 orang. Agenda ini bertujuan untuk menyatakan sikap ormas/lembaga, ulama, aktivis Islam terhadap kriminalisasi ulama/tokoh Islam oleh pemerintah.

Pada sambutan pembuka, Mohammad Sidik selaku ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) dan tuan rumah mengatakan bahwa banyak usaha – usaha dari orang yang mengaku nasionalis dan Pancasilais membelokan sejarah, seolah-olah umat Islam dan ormas Islam tidak mempunyai peran dalam kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Inilah saatnya umat islam dan ormas Islam memperbaiki negara supaya kembali ke relnya.

WhatsApp Image 2017-06-07 at 09.58.48

“Inilah pentingnya ormas Islam menyuarakan kepada masyarakat tentang beberapa situasi yang terjadi beberapa bulan belakangan ini ditanah air, seperti penahanan jelang aksi 313 terhadap tokoh/ketua Persatuan Umat Islam (PUI) ustadz Muhammad Al Khattah dengan isu kasus makar, penahanan dan penangkapan Ustad Alfian Tanjung tentang ujaran kebencian terhadap kelompok agama /ras di masjid Al Mujahidin Surabaya yang dianggap melanggar pasal 310, 311 KUHP dan UU ITE, kriminalisasi kepada Prof. Amien Rais dengan dugaan aliran dana kasus suap alat kesehatan sebesar 600 juta oleh jaksa penuntut umum disidang Tipikor tanggal 31/5 dengan terdakwa Siti Fadilah Supari (mantan Menteri Kesehatan), penetapan tersangka dan DPO kepada Habieb Rizieq Shihab tentang kasus dugaan percakapan konten pornografi dan penghinaan lambang negara, kriminalisasi ulama dari Gontor Ponorogo KH. Hasan Abdullah Sahal oleh Sukardiman Sungkono selaku koordinator loyalis Jokowi karena dalam ceramahnya di youtube dianggap menyebarkan kebencian dan Ustad Abdus Somad di Pekanbaru, juga upaya pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia yang kental nuansa politik dan arogansi kekuasaan ketimbang landasan hukum” ujarnya.

WhatsApp Image 2017-06-07 at 09.32.26

Hadir dalam kesempatan ini pengacara yang mewakili ustad Alfian Tanjung yang tergabung dalam LBH Catur Bakti dan dari Aliansi Advocat Muslim juga didukung 150 pengacara. Dalam keterangannya, tim pengacara Ustad Alfian Tanjung memaparkan bahwa apa yang di lakukan Alfian Tanjung hanya semata-mata memberi “warning” kepada umat/masyarakat bahwa iniloh masih ada bahaya laten komunis, tidak mencemarkan lembaga/perorangan.

Dalam sesi tanya jawab yang di moderatori oleh ustad Murjoko, antar ormas- ormas dan pengurus masjid se Jabodetabek yang terlibat antara lain IKADI, PERSIS DKI, Mathlaul Anwar, Al Ittihad, STAI PTDII, Annas DKI, PII, DPW PUI Jakarta, LBH Parmusi, GP SKS, UIN, Komunitas ODOJ, Muhammadiyah, Masjid Nurul Iman, Wanita Islam, Komnas Anti Pemurtadan, Perhimpunan Al Irsyad, Laskar Anti Korupsi dsb.

“Bagaimana seharusnya ormas islam bersikap terhadap pemerintah jika keras disalahkan, lembek juga disalahan?” tanya seorang peserta.

“Pemerintah punya pandangan yang salah terhadap ulama, jadi tindakannya salah, perlu komunikasi yang baik antar ormas islam/ulama dan pemerintah sehingga tidak salah persepsi”. jawab salah satu perwakilan ormas islam.

Dalam kesempatan lain, pertanyaan juga datang dari awak media yang hadir, “Apakah dengan kejadian yang menimpa ormas/ulama Islam belakangan ini ada aroma balas dendam terhadap kasus yang telah menimpa Basuki Tjahaya Purnama/Ahok?” Lalu dijawab dari perwakilan ormas Islam bahwa, “Jangan su’udzon, tapi masyarakat sudah cerdas membaca situasi, persis seperti orde lama. Tapi kalau dia muslim sudah pasti Pancasilais, tapi Pancasilais belum tentu muslim, dan tugas ormas Islam adalah menjaga kesolidan ummat”.

Berikut 8 pernyataan sikap ormas/lembaga Islam dan pengurus masjid se Jabodetabek yang dibacakan oleh ustad Sutrisman dari Lembaga Dakwah Khoiru Ummah.

1. Apa yang dilakukan para ulama, habaib dan tokoh Islam tersebut semata-mata dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang diperintahkan oleh agama serta wujud kecintaan yag besar kepada NKRI sebagai warisan para “founding father” yang harus dijaga keutuhan dan kedaulatannya.

2. Besarnya peran ulama, ormas Islam dan tokoh Islam dalam menegakan, menjaga dan mengembalikan NKRI seperti dilakukan KH. Hasyim Azhari melalui Resolusi Jihad dan Mr. Mohammad Natsir melalui mosi integrasinya adalah fakta sejarah yang tak mungkin dipungkiri oleh siapapun yang masih memiliki kewarasan nalar.

3. Ulama, Umat Islam, dan NKRI adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Bagi umat Islam, menjaga dan mempertahankan NKRI dalam rangka mewujudkan masyarakat yang berTuhan, bersatu dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah perintah agama yang bernilai ibadah. Karena itu mencurigai dan menuduh ulama dan tokoh Islam sebagai intoleran, anti kebhinekaan, dan tak setia pada NKRI merupakan kebohongan besar dan fitnah keji juga pemutarbaikan sejarah yang hanya dilakukan oleh mereka yang ingin memecah belah bangsa, mengail ikan di air keruh dan mereka yang anti agama dan tidak bertuhan.

4. Menyerukan dan meminta dengan sangat dan penuh hormat kepada Presiden Republik Indonesia untuk memerintahkan kepada Kepolisian RI untuk menghentikan upaya kriminalisasi terhadap ulama, tokoh, dan aktivis dan ormas Islam dalam segala bentuknya, karena hal itu kejahatan besar dan tuduhan keji menciptakan keresahan di masyarakat, merusak kekhusuan umat dalam menjalankan ibadah Ramadhan serta mengganggu keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara.

5. Menuntut dan mendesak pemerintah memulihkan nama baik dan mengembalikan kehormatan para ulama, tokoh, aktivis dan ormas Islam dari tuduhan sumir dan tidak berdasar dan membebaskan mereka dari tahanan.

6. Menyerukan dan mengajak kepada segenap kaum muslimin di bulan Ramadhan yang mulia ini untuk mendoakan para ulama, mubaligh, tokoh, aktivis dan ormas Islam, agar dijaga dan dilindungi oleh Allah SWT.

7. Meminta kepada pers untuk bersikap fair, jujur dan adil dalam memberitakan tentang Islam dan umat Islam.

8. Mengingatkan kepada pihak-pihak yang selama ini melakukan tuduhan keji kepada para ulama, tokoh, ormas Islam dan umat Islam untuk segera berobat kepada Allah SWT.
[e-bud]

Redaksi
About Redaksi 610 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*