Tiada Libur Bagi Al-Zaytun, Beginilah Al-Zaytun Menugaskan Anak anak Didiknya di Masyarakat

Budayabangsabangsa.com – Indramau Al-Zaytun, Kamis.

Tarikh 16 Ramadhan 1439 H, Bertepatan Tanggal 31 Mei 2018 M, Kali ini pelepasan tugas belajar di masyarakat, santriwan santriwati Al-Zaytun dihantarkan dengan tajuk “SEMPENA PENGHANTARAN BELAJAR KE MASYARAKAT BAGI PELAJAR MA’HAD AL-ZAYTUN.”

Di hadapan para wali santri, para guru, kepala sekolah dan seluruh santriwan santriwati, serta eksponen.

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh. Bismillahirrahmanirrahiim, Al Fatihah…, Syaykh Al-Zaytun DR. AS. R. Panji Gumilang, mengawali tausiyahnya, Alhamdulillah bersyukur kepada Allah hari di tanggal 16 Ramadhan kita mengantar anak-anak kita belajar 1 bulan penuh, Ramadhan dan Syawal.

Anak anakku Syaykh dan seluruh para guru berharap dalam cuti panjang dapat memanfaatkan waktu sebaik baiknya. Masyarakat punya kebiasaan, banyak yang dilakukan di masyarakat pekerjaan yang positif. Kalau di MAZ tadarus di setiap tempat, di mushallah, masjid pun ada kegiatan, tadarus, tarawih pun ikuti apa yang dilakukan oleh masyarakat di mana kalian berada.

Ada satu hal, kebiasaan kebiasaanyang buruk, narkoba dan lain lain, jangan sampai anak-anakku terbawa pada pekerjaan yang merugikan orang lain maupun diri sendiri. Baru baru ini ada kejadian di Jawa timur, Anak anakku jangan tergoda. Besok pagi 1 Juni, Masyarakat Indonesia libur memperingati hari lahir ideologi bangsa Indonesia. Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

33816527Tarikh 16 Ramadhan 1439 H, Bertepatan Tanggal 31 Mei 2018 M

Memperingati lahirnya Pancasila, yang waktu disahkan oleh Presiden Soekarno, waktu itu belum tersusun secara rapi. Dasar Negara Indonesia satu dasar yang digunakan sejak terbentuknya Indonesia 28 Oktober 1928, ini merupakan permulaan ada lagu Indonesia raya 3 stanza, Indonesia tanah yang mulia, Indonesia tanah yang suci. Merdeka dicapai bukan dengan kekerasan tapi dengan kecerdasan intelektual. Dasar negara republik Indonesia sangat universal. Tuhan yang maha esa harus jadi dasar, tuhan merupakan Sangkan Paraning Dumadi.

Nenek moyang kita menyatakan Indonesia tanah airku, dalam satu kesatuan, manusia dan makhluk hidup lainnya berasal dari tanah air. Kecintaan terhadap negara mutlak, sedikit saja melupakan akan merusak. Korupsi sepertinya tidak ada efek, seandainya para koruptor cinta pada negara dia tidak akan melakukannya. Orang orang yang berbuat kekerasan pun tidak akan melakukan kalau cinta kepada negara. Kalau tanaman bisa hidup di atas tanah dan air, maka manusia pun bisa. Kita tingkatkan cinta kepada negara, tentunya menjaga kesatuan dan persatuan, maka harus kita junjung tinggi.

Manusia mencintai tempat di mana dia tinggal, kemampuan sebesar apapun kalau tidak ada negara sulit untuk tampil. Membangun peraturan di kampus, desa dan negara perlu panduan panduan, namanya hukum positif, maka kita wajib mempelajari hukum yang kita tinggali, kalau hukum agama tidak ada polisi apabila ada pelanggaran, namun hukum positif kalau melanggar ada polisi, ada hukumannya.

Anak anakku harus mengerti dan belajar hukum positif, karena kalau tidak bisa merusak diri sendiri dan orang lain. Syaykh mengajak kalian berpikir sebagai manusia, yang bisa diajak berpikir bukan sebagai anak ingusan.

33985696Tarikh 16 Ramadhan 1439 H, Bertepatan Tanggal 31 Mei 2018 M

Syaykh punya cucu banyak, anak Syaykh banyak, Syaykh selalu mengajak diskusi, Syaykh tidak pernah mengatakan mereka tinggi atau pendek, tetapi berapa berat badanmu pertumbuhan vertikal bukan horizontal.

Manusia berapa pun usia kalau diposisikan sebagai manusia bisa diajak berdiskusi. Manusia yang adil dan beradab adalah manusia yang dewasa. Orang bernegara untuk bersama sama itulah persatuan Indonesia, kalau itu dilakukan oleh bangsa Indonesia maka akan menjadi bangsa yang besar.

Bangsa ini memerlukan ketajaman dalam membaca dasar negara. Syaykh pada 1 Juni tahun tahun yang lalu di dermaga Tanjung Perak disambut, di dermaga Madura Syaykh mengajak memperingati hari lahirnya dasar negara.

Syaykh kalau jam 8 tidur bangun jam 2 minum, kemudian membaca sampai subuh, siapapun yang membaca pasti akan terbuka, jangan banyak membaca banyak lupa, orang yang lupa adalah orang yang tidak pernah membaca, orang yang bilang ooh tidak pernah membaca. Semua buku baik, buku yang boleh dibaca, buku yang tidak boleh dibaca, kalian di rumah banyak baca buku minta pada orang tua, kalau pakaian tidak usah diminta pasti akan dikasih.

Orang yang rajin baca enak didengar dan kesempatan di rumah jangan banyak main, tidur perlu, olahraga perlu, main perlu, Syaykh kalau sudah buka minum air 1,5 liter air minum, terus jalan 3000 meter. Kalau mau ketemu Syaykh sore hari, Syaykh turun dari proyek jam 18:00. Sungkainya Syaykh makan bubur sedikit dan ada temannya sedikit ikan, sahur juga buah saja, kopi wajib, kalau sahur tanpa kopi kurang lengkap, kopi yang buat sendiri, kopi Man arafah nafsahuu faqad arafah rabbahuu.

Anak anakku kalau sungkai bubur, 2 jam kemudian bisa makan bubur karena metabolismenya masih bagus. Makan harus habis, jangan takut cukup, beras kita cukup. Orang tua jangan khawatir Al-Zaytun kurang stok beras, beras kita banyak panen, sudah menanam lagi, blok sawah kita begawan Abiyasa, guru, kemudian blok pandu Dewanata, pembela umat dan kemanusiaan, punya anak yang namanya Pendawa lima punya saudara yang namanya Kurawa, kemudian perang yang katanya perang suci, padahal semua habis tidak jadi apa.

Blok Parikesit semoga bisa menghasilkan. Mudah mudahan lahan kita bertambah dengan filosofi falyandzuril insaanu ilaa to’amih, ana sobabna maa’asobba, surat ‘Abasa. Air kita dekatkan ke sumber produksi. Banten di sebut Mina Saren, ikan ada padi ada, ayam ada, telur ada, supaya pertumbuhan vertikal jangan horizontal, makan cukup minum pun harus cukup, supaya tidak dehidrasi.

Demikian selamat berlibur, selamat menjadi duta Al-Zaytun, selamat belajar di masyarakat, selamat membaca buku buku. Syaykh mendoakan orang tuamu sehat jasmani dan rohani cukup rezeki sehingga bisa membiayaimu. Hadzaa Wallahu yar’ anaa wayah fadznaa walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin

Syaykh menutup tausiyahnya.

(Red)

Redaksi
About Redaksi 501 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*