Sudah Tidur Sesuai Anjuran, Tapi Masih Sulit Bangun di Pagi Hari? Mungkin Ini Penyebabnya

Budayabangsabangsa.com – Jakarta

Tidak sedikit dari kami manusia bumi yang menjadikan cuaca dingin dan hujan sebagai alasan untuk sulit bangun di pagi hari. Padahal, diri sudah tidur selama 7-9 jam bahkan juga lebih dari itu. Namun, rasa malas dan lelah masih terus memaksa diri untuk jangan buru-buru beranjak dari tempat tidur.

Ternyata hal tersebut bisa jadi bukan disebabkan oleh cuaca dingin di pagi hari, melainkan karena adanya depresi atipikal (atypical depression).

Depresi adalah penyakit mental, kelainan suasana hati ataupun gangguan mood yang menyebabkan perasaan sedih dan kehilangan minat terus-menerus. Hal ini tidak jarang bisa terjadi pada kalangan remaja hingga dewasa muda.

Dan tanpa disadari salah satu depresi tersebut bisa menjadi penyebab seseorang untuk sulit bangun di pagi hari. Dimana depresi ini memiliki gejala yang bersifat umum dan sedikit berbeda dengan depresi lainnya.

Orang dalam keadaan ini bisa mengalami tingkatan mood yang tidak biasa akibat kejadian yang menyenangkan atau positif. Walau demikian, depresi pada umumnya mempunyai ciri khas, seperti sering merasa kesepian, sulit untuk menjalani hari-harinya, hingga merasa dirinya paling tidak berguna.

Sementara itu, depresi atipikal ini memiliki gejala yang khas, yaitu:

1. Hipersomnia, dimana kondisi tubuh sebenarnya sudah memiliki waktu tidur yang cukup, tetapi masih saja merasa lelah.

2. Sering merasa kram dan merasa berat pada lengan hingga kaki. Kondisi ini bisa terjadi selama 1 jam atau lebih setiap harinya, hingga menyebabkan terganggunya segala macam aktivitas.

3. Pengidap depresi atipikal cenderung sulit untuk menerima penolakkan atau kritik.

Hal ini membuat mereka kesulitan dalam berinteraksi dan dalam menjaga hubungan jangka panjang, baik hubungan asmara, hubungan sosial, maupun hubungan kerja.

Berbeda dengan jenis depresi pada umumnya, hingga saat ini penyebab depresi atipikal masih belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga sebagai penyebab depresi atipikal pada kalangan remaja, antara lain: ketidakseimbangan hormon di otak yang berperan dalam mengatur suasana hati, keturunan serta pengalaman yang menjadi trauma di masa lalu.

Apapun jenis gangguannya, hal tersebut tidak bisa dianggap sepele dan harus segera mendapat penanganan yang tepat.

Bila Anda atau teman dan bahkan ada seorang lainnya yang mengalami gejala depresi atipikal, maka segeralah rujuk ia ke psikolog atau psikiater terdekat. Sebab mencegah lebih baik daripada mengobati. Tetaplah untuk menjaga kewarasan.
(ZUN)


 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*