Sidang Lanjutan Kasus Sengketa Lahan Warga vs Pertamina

Kuasa hukum dari firma hukum ARS, Ronny Perdana Manullang, S.H (kanan) saat mendampingi ahli waris dalam persidangan di PN Jakarta Utara, Senin 29 Maret 2021. Foto : Hat.
Kuasa hukum dari firma hukum ARS, Ronny Perdana Manullang, S.H (kanan) saat mendampingi ahli waris dalam persidangan di PN Jakarta Utara, Senin 29 Maret 2021. Foto : Hat.

Budayabangsabangsa.com, Jakarta – Sidang kedua kasus sengketa lahan antara ahli waris warga dengan PT Pertamina kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada No 18, Petojo Utara Gambir Jakarta Pusat, pada Senin 29 Maret 2021.

Sidang perdata gugatan sengketa lahan dengan  Nomor perkara 64 / Pdtg / 2021 / PN Jakarta Utara seluas 2,6 hektar milik Alm Djuli bin Kepot/Mium melawan PT Pertamina.

Pada sidang ini, Pertamina selaku pihak tergugat kembali mangkir, sementara dari pihak penggugat hadir perwakilan ahli waris bersama perwakilan tim kuasa dari firma hukum ARS, Ronny Perdana Manullang, S.H.

“Untuk hari ini agenda sidang kedua masih tetap mediasi seperti yang pertama,” ucap Ronny Perdana Manullang, S.H.

Lebih lanjut Ronny mengatakan, sidang ditunda sampai 3 Mei 2021 sambil menunggu kehadiran pihak tergugat dalam hal ini PT Pertamina, BPN Jakarta Utara. Apabila pihak tergugat juga tidak bias hadir sampai batas yang ditentukan, maka pihak kuasa hukum dari penggugat akan melanjutkan ke materi persidangan.

“Ahli waris mengharapkan bahwa apa yang menjadi haknya untuk dikembalikan atau setidaknya jika pertamina membutuhkan tanah tersebut silahkan diganti rugi sesuai dengan kesepakatan harga ditentukan oleh ahli waris,” tambahnya.

Ronny berharap Pertamina bisa kooperatif dan menghargai persidangan serta mengikuti prosedur yang berlaku.

Tim kuasa hukum ahli waris dari firma hukum ARS terdiri dari Ronny Perdana Manullang, S.H, H.M Rusdi, S.H., M.H., Arief Darmawan, S.H., Tekda Bagarititta, S.H., dan Muhammad Fachrurrozi, S.H.

Kasus ini sudah dari tahun 2016, dan pernah dilakukan mediasi antara kedua pihak (Ahli waris dan PT Pertamina), namun sampai saat ini belum ada penyelesaiannya.

“Harapan kami PT Pertamina dapat bertanggung jawab dan segera menyelesaikan kasus ini seperti yang dilakukan PT Pertamina di wilayah Tuban,” kata anggota tim kuasa hukum ARS lainnya, Rusdi. (hat)

Redaksi
About Redaksi 917 Articles
Jurnalis Media Umum Independen Budaya Bangsa Bangsa

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*