Sidang Kasus Pemalsuan Dokumen yang Menjadi Keterangan Palsu

Budayabangsabangsa.com – Jakarta Selasa (21/11/2017)

Perkara sidang kasus dugaan pemalsuan surat objek tanah selasa, (21/11/17) di ruang sidang 4 pengadilan negeri Jakarta Selatan 17.20 sampai dengan selesai. Adalah Christoforus Richard (CR) didakwa melakukan pemalsuan dokumen atas perkara nomer 1080/PID/2017/PN yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)

Menurut Pengacara atau kuasa hukum terdakwa Sirra Prayuna, S. H secara perdata dan menurut Tata Usaha Negara (TUN), jika perkara sudah dinyatakan menang hingga tingkat peninjauan kembali (PK), Orang yang sudah dimenangkan, sudah tidak boleh dicari cari permasalahan dalam pokok permasalahan yang sama, Sementara Badan Pertamanan Nasional (BPN) sudah meneliti bahwa tidak ada satu keputusan yang menerbitkan satu hak apapun (13/10/17).

Kasus ini terbilang sangat cepat, sehingga menimbulkan tanda tanya (CR) maupun team kuasanya. (CR) seorang tokoh pengusaha ternama di Indonesia, mempertanyakan alasan dokumen ini tidak diketahui oleh saksi dan terdakwa yang melanggar pasal 263 KUHP namun diarahkan menjadi pasal 266 KUHP menjadi keterangan palsu.

Menurut Saksi Notaris Supriyanto, S. H. M.M sudah mengadakan pengecekan bukti fisik sehingga mengeluarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli, bukan pembuatan Akta Jual Beli (AJB) karena dua bidang tanah tersebut tidak masuk wilayah atau wewenang hukum kantor Notaris Mereka. Saksi juga tidak mengerti tujuan dari pasal yang dipaksakan.

Dengan adanya pasal yang dipaksakan kepada tersangka maka kuasa hukum (CR) meminta Majelis Hakim memanggil penyidik untuk sidang berikutnya, pasalnya saksi dan terdakwa dalam persidangan itu tidak mengetahui alasan pasal yang dipersangkakan pada terdakwa, serta agar Hakim menghadirkan saksi saksi lain yang terkait dalam perkara ini, karena ada indikasi saksi saksi sebelumnya tidak diperiksa atau di BAP.

Kasus ini akan digelar kembali pada hari Kamis tanggal 23 November 2017.

[Dyan & Yonathan]

Redaksi
About Redaksi 612 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*