Sengaja Meninggalkan Inpal Di Tubuh Korban

Budayabangsabangsa.com – Jakarta Ahad.

Kelanjutan sakitnya korban malpraktek berlanjut karena akan ada tindakan medik yang kemungkinan akan dilakukan dalam waktu dekat dan kemungkinan besar tindakan medis yang lebih ekstrims dengan mematahkan tulang di korban untuk mengambil inplan yang tertinggal

Harus ada tindakan konkrit terhadap pengobatan si korban Ridoi Hermawan dan ada pertanggungjawaban secara materi akibat kelalaian medis karena terjadi cacat permanen karena korban ridoi masih dalam usia produktif ” jelas Sandy Tungkir.

WhatsApp Image 2018-05-13 at 15.06.11

dr. Mitra menjelaskan saat audensi dengan tim advokat dan media bahwa material yang tertinggal di tubuh bahkan di dalam tulang Ridoi disengaja yang nantinya akan diangkat dengan mematahkan tulangnya kembali. Kegagalan dalam tindak medis dalam hal ini operasi dapat disebabkan oleh faktor tim medis atau dokter yang abal-abal tidak sesuai SOP dan juga bahan material yang di gunakan tidak berstandar sertal abal-abal ,” jelas dr mira Penilaian dari tim advokasi dan media yang ikut memantau masalah ini menilai pihak rumah sakit koja terlalu menganggap remeh serta seolah kurang respek dengan kondisi korban Ridoi Hermawan dengan berbagai alasan.

WhatsApp Image 2018-05-13 at 15.09.42

Sandy situngkir dari tim advokat yang mendampingi meyakini adanya tindak pidana dalam perkara ini dan bertekat untuk melakukan upaya Hukum untuk semua Jajaran managament dan Medis Rumah Sakit Koja, dan bahkan kemungkinan SESA Law Firm akan menindaklanjutinya hingga ke BPK dan KPK dan juga LPSE untuk menelidiki bahan material yang dipergunakan srmebagai akat medis.

Pantauan dari Budayabangsabangsa.com hingga kini belum ada tindakan atau upaya dari rs.koja untuk segera bertindak memberikan pertolongan secara medis kepada Ridoi Hermawan yang seperti di janjikan didepan tim pengacara dan media yaitu memberikan rujukan medus ke rumah sakit yang lain yang kemungkinan besar RSCM.

Ada penilain negatif dengan lambannya penanganan dari rs koja dengan mengirimkan korban untuk melakukan perobatan ke rumah sakit lain agar tidak terdeteksi kekurangan atau kekalaian dalam melakukan tindak medis dan juga bahan material yang patut dilakukan pengujian kualitas dan kuantitas.

Liputan zul

Redaksi
About Redaksi 612 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*