Saliya Siswa Asal Thailand Ikuti Sosialisasi Radikalisme

Budayabangsabangsa.com – Lampung

Kepolisian Republik Indonesia terus menggalakkan program Kontra Radikal bersama jajaran kepolisian di daerah dan dibantu oleh sekolah atau pesantren yang dipilih.

Beberapa tempat yang dikunjungi adalah SMK 2 Pesawaran Lampung Tengah, dan Madrasah Aliyah Diniyah Putri, Pesawara, pada Kamis (28/11/2019).

Polres Pesawaran memilih sekolah tersebut agar siswa-siswi yang masih rentan dan belum dapat memilah secara jelas nilai keagamaan yang benar dan menenangkan dapat beralih ke arah lebih baik.

Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Diniyah Putri, Drs. Ridwan menjelaskan, situasi saat ini membuka celah peningkatan kejahatan, sehingga perlu bagi seluruh elemen masyarakat melakukan kontra radikalisme.

“Ya kami apresiasi langkah polres dan polda dalam pendekatan ke sekolah sekolah juga pesantren kami,  karena hal itu sangat menentukan kedepannya bangsa ini akan aman dan damai. Setiap 1 Minggu sekali kami lakukan pelatihan ekstrakulikuler yaitu Pramuka dan itu berlangsung sukses,” ucapnya.

Saliya Siswa Asal Thailand bersekolah di Pesawaran
Saliya (kanan) Siswa Asal Thailand bersekolah di Pesawaran

Ada pemandangan menarik, Saat Saliya Hayeemad salah satu siswi Madrasah Aliyah Putri ikut dalam kegiatan tersebut dan memberikan pandangannya. Dia mengaku senang dan mengapresiasi kegiatan tersebut.  Menurutnya tanah kelahirannya di Phuket-Thailand tidak ada pelatihan (kontra-radikal) serupa.

Saliya berharap kegiatan ini dapat sering dilakukan agar generasi muda tanah air dapat mengerti mana ajaran yang benar dan membawa kedamaian mana yang tidak.

“Saya baru datang dari Phuket, mama papa ada di phuket.  Mama Lurah disana, papa pengusaha, kami semua aseli Thailand.  Saya berdarah Thailand,” ujar Saliya.

Saliya bercerita kalau dirinya baru bisa berbahasa Indonesia dan belajar bahasa inggris juga  kemarin di kampung Inggris Pare Kediri Jawa Timur. “Saya berharap kegiatan ini terus digalakkan karena kami juga baru pertama kali ikut penyuluhan seperti ini, karena terus terang di Phuket gak ada penyuluhan seperti ini,” ujar Saliya.

( Sutarno)

Redaksi
About Redaksi 865 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*