REKLAMASI PANTAI ANCOL RUGIKAN PENGUNJUNG WISATA ANCOL

 

Poto Pengurugan Pantai Ancol yang dilakukan saat pengunjung sedang asyik berenang

 

Budayabangsabangsa.com – JAKARTA, Reklamasi pantai Ancol sangat merugikan pengunjung wisata Ancol, pasalnya, berdasarkan investigasi budaya bangsabangsa.com Jum'at (29/01), pengurugan pantai dengan pasir dilakukan pada siang hari, sementara itu, Ancol tetap menerima pengunjung yang hendak bersantai atau berenang di pantai Ancol Jakarta Utara, tentu saja banyak pengunjung yang merasa kecewa dengan kondisi air laut yang keruh akibat pengurugan tersebut.

sebut saja Mus' salah satu pengunjung pantai Ancol yang berhasil ditemui awak media mengatakan,"saya benar – benar kecewa dengan pihak pengelola Ancol, saya masuk kesini (Ancol red..) bayar Rp. 25 ribu, tujuan saya datang jauh – jauh dari Jakarta Timur ini mau berenang dengan anak saya, tetapi betapa kagetnya saya melihat air laut yang keruh dan sedikit berbau, mengapa hal ini tidak disampaikan pihak Ancol kepada para pengunjung pantai, seharusnya ada pemberitahuan atau tutup pantai ini,"kecamnya sambil menunjuk ke arah pantai.

Ancol memang selalu mengecewakan para pengunjungnya, beberapa bulan yang lalu jutaan ikan mati di Pantai Ancol yang diduga kuat ada limbah dari Bandar Jakarta yang dibuang sembarangan ke Ancol, kemudian para pengunjung Ancol pada malam pergantian tahun baru juga dikecewakan dengan tidak beroperasinya bus wira – wiri selama 4 jam pasca pesta kembang api dan pergantian tahun baru.

namun saat dikonfirmasi terkait fakta – fakta yang merugikan pengunjung tersebut, Rika selaku Corporet Comunication Ancol hanya berdalih bagai politisi, jawaban – jawabannya hanya normatif saja, sama sekali tidak ada pertanggung jawaban secara moral terhadap kekecewaan para pengunjung wisata Ancol, Dinas Pariwisata harus memanggil Dirut PT. Ancol terkait masalah – masalah tersebut, jangan biarkan Ancol hanya mengeruk keuntungan dengan memanfaatkan alam namun kekecewaan konsumen tidak diperhatikan.

Ketua DPC Jakarta Utara Persatuan Wartawan Republik Indonesia ( PWRI) Lim David saat dimitai komentarnya dikantornya Jl. Yos Sudarso No:57 Jakarta Utara Jum"at (29/01) menegaskan," saya akan segera menyurati gubernur DKI Jakarta untuk menegur keras Dirut Ancol atas reklamasi pantai yang merugikan pengunjuing tersebut, jangan biarkan Ancol mengeruk keuntungan tanpa memperhatikan keluhan para pengunjungnya, Ancol bisa dijerat dengan Undang – Undang Perlindungan Konsumen," ujarnya gemas.

senada dengan ketua PWRI Jakarta Utara, Dudi, SH Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Pejabat Negara Dan Pengusaha Nasional (BPI KPN – PN) DKI Jakarta mengutk keras Ancol,"sebagai pelaku bisnis pihak pengelola Ancol jangan hanya mengeruk keuntungan, Ancol harus menerima complain dari para pengunjungnya dan mengganti rugi para pengunjung yang telah merasa dirugikan, gubernur DKI Jakarta harus segera mengatur perda terkait complain konsumen tersebut, jika tidak, akan semakin banyak para pengunjung yang dirugikan, atau pindah kelolakan saja Ancol menjadi 100% dikelola oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta, sehingga masyarakat DKI Jakarta pun bisa masuk Ancol dengan biaya murah, tidak seperti sekarang ini yang biaya masuknya saja Rp. 15 ribu / orang, itu belum biaya masuk ke arena wisatanya," paparnya.

"untuk bisa masuk ke Seaworld, pengunjung harus merogoh kocek Rp. 100 ribu, tempat wisata lainnya seperti Putri Duyung dll biayanya tidak kurang dari Rp. 40 ribu, sungguh biaya yang angat fantastis, namun tidak berbanding lurus dengan tanggung jawab moral Ancol terhadap lingkungan pada saat Jutaan ikan mati di Pantai Ancol akibat dugaan limbah Restaurant Bandar Jakarta yang dibuang sembarangan ke laut," pungkas Dudi kepada awak media di kantornya Wisma BPI di Jl. Kesehatan Jakarta Pusat.

 

red..

About admin 269 Articles
Seorang Admin Yang Hobi dengan Berita dan Web Programming

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*