Redam Radikalisme, Humas Polda Kalteng ‘Campaign’ Offline dan Online

Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah (dua dari kiri) bersama jajarannya usia menemui tokoh agama di Masjid Al Muhajirin Katingan, Kamis (5/12).

Budayabangsabangsa.com, Palangka Raya– Penyebaran berita-berita hoaks dan radikalisme di media sosial semakin masif dan mengkhawatirkan akhir-akhir ini.

Media sosial ibarat pisau bermata dua. Satu sisi bisa digunakan untuk menyebar informasi positif, sisi lain bisa menjadi alat memprovokasi, menebar ujaran kebencian, faham radikalisme dan hoaks.

Konten-konten tersebut sengaja disebarkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan tertentu demi keuntungan ekonomi atau politik. Tujuannya sama, untuk memperkeruh suasana dan menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ironisnya, anak-anak dan remaja di Indonesia menjadi sasaran empuk terpapar faham radikal yang notabene adalah produk impor yang tidak sejalan dengan budaya yang ada di negeri kita. Apatahlagi dengan mengatasnamakan Islam.

Hal ini bukan hanya tugas kepolisian namun tugas seluruh elemen masyarakat tidak hanya di kota-kota, tapi di daerah-daerah di Indonesia.

Kunjungan kepada Tokoh agama dan pemuda di Masjid Al Muhajirin, Katingan Hilir, Kamis (5/12)
Kunjungan ke tokoh agama dan pemuda di Masjid Al Muhajirin, Katingan Hilir, Kamis (5/12).

Tujuannya selain memberi informasi terkait pelbagai giat Polda Kalteng juga untuk mengkounter penyebaran konten-konten negatif salah satunya radikalisme.

“Kami selama satu tahun 2019 telah membuat produk konten terkait kontra radikal dan deradikalisasi sebanyak 470 kontenĀ  yang kami sebarkan melalui media sosial dan media online,”tutur Kombes Pol Hendra.

Dari media sosial, Hendra mengaku mendapat respon positif dari para netizen dengan 1 juta like dan komen.

Indra menambahkan, selain di media sosial, Humas Polda Kalteng juga melakukan kegiatan offline berupa edukasi dan sosialisasi ke kampus dan ke sekolah SMP dan SMA dan LSM.

“Kapolda Kalteng kemarin saat orasi ilmiah di IAIN itu juga menyampaikan tentang program kita. Ada dua Pesan Kapolda untuk mencegah radikalisme dengan meningkatkan nasionalisme dan juga adanya penerapan kearifan lokal,”imbuhnya.

Selain itu, Humas Polda Kalteng juga membuat program “Save and Related to Netizen” sebuah kegiatan menjalin hubungan dengan para pengguna media sosial. (ht)

Redaksi
About Redaksi 800 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*