Program Quick Wins Polda Kalteng Sukses Cegah Radikalisme

Dirintelkam Polda Kalteng Kombes Pol Tommi Walder Napitupulu saat menerima kunjungan Tim Divisi Humas Polri terkait Quick Wins di Mapolda Kalteng, Palangka Raya, Kamis (5/12)

Budayabangsabangsa.com, Palangka Raya–Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengklaim berhasil menangkal ancaman radikalisme di wilayahnya.

Pelbagai program strategis telah diluncurkan terkait fungsi kontra radikalisme dan deradikalisasi bersama sejumlah elemen masyarakat.

Hal itu diungkapkan Dirintelkam Polda Kalteng Kombes Pol Tommi Walder Napitupulu saat menerima kunjungan Tim Divisi Humas Polri terkait Quick Wins di Mapolda Kalteng, Palangka Raya, Kamis (5/12) pagi.

“Kita bersinergi dan sudah berjalan, selama setahun ini juga sudah jalan sesuai fungsi kita ke sasaran kita. Bahkan hasilnya sudah kita laporkan ke Baintelkam Polri sebagai atasan di Direktorat Intelkam di lingkungan Polda Kalteng,” katanya di Mapolda Kalteng, Palangka Raya, Kalteng, Kamis (5/12/2019).

Saat itu pernah ada pertikaian dua kelompok remaja di Sampit, Kotim, Kalteng Selasa, 22 Oktober 2019 dini hari yang hampir pecah menjadi kerusuhan SARA.

“Kita aparat keamanan dan pemerintah daerah, bersama tokoh masyarakat Madura dan Dayak berhasil meredam pertikaian tersebut dengan berembuk dan mengambil langkah-langkah agar tak berkembang, di situ ada kesepakatan bahwasanya isu-isu adanya penganiayaan dan luka-luka itu tidak benar dari Humas Polda juga meredam berita-berita hoaks,” katanya.

Kasat Intel Polres Kotim AKP Revin Manggala Putra S.I.K
Kasat Intel Polres Kotim AKP Revin Manggala Putra S.I.K

Sementara itu, Kasat Intel Polres Kotim AKP Revin Manggala Putra S.I.K mengatakan, situasi keamanaan di Kotawarigin berlangsung kondusif dengan program Quick Wins  yang dicanangkan pak Kapolri bersama pelbagai elemen masyarakat.

“Penggalangan ke tokoh-tokoh masyarakat dan sosialisasi yang kita kerjasama dengan tokoh agama MUI dan juga Kesbangpol dari pemda terkait,”imbuhnya.

Revin menambahkan, semaksimal mungkin potensi ancaman dan radikalisme bisa dicegah dan ditangkal.

“Potensi konflik tentu ada, tapi kita mencoba mencegahnya bekerjasama dengan seluruh instansi dan masyarakat serta sosialisasi ke sekolah-sekolah,”katanya.
(ht)

Redaksi
About Redaksi 865 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*