Prapradilan Polres Jakarta Timur Kembali Di Gelar PN Jakarta Timur

Hakim Tunggal. H. Dwi Dayanto, SH., MH.

Budayabangsabangsa.com, Jakarta, kamis,7/12/2017, Sidang Praperadilan No.10/Pid.
Pra/2017/Pn.Jkt.Tim yang diajukan oleh H. Ade Aryudi, SE. Dan Herry Sabirin digelar lagi di PN Jakarta Timur hari Rabu, 6 Desember 2017 di pimpin oleh Hakim Tunggal. H. Dwi Dayanto, SH., MH. Dari data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri  Jakarta Timur     ( HYPERLINK “http://sipp.PN jakarta timur. go.id/index.php/detil_perkara” http://sipp.pn-jakarta timur.go.id/index. php/detil_perkara).

Rupanya gugatan Praperadilan ini pernah di daftarkan dengan nomer register: 6/Pid.Pra/2017/PN Jkt.Tim tertanggal surat Rabu, 23 Agustus 2017 dan ditetapkan tanggal 31 Agustus 2017 dengan keputusan perkara di cabut oleh pihak penggugat.
Menurut keterangan Humas Pengadilan Negeri Timur, Dr. Syafrudin A. Rafiek, SH., M. Hum., bahwa perkara praperadilan dengan materi penetapan tersangka memang sudah ada penetapan Mahkamah Konstitusi yaitu, HYPERLINK “http://www.hukumonline.com/berita/baca/
lt56811a92f17c8/8-putusan-mk-menarik-sepanjang-2015” putusan Mahkamah Konstitusi No. 21/PUU-XII/2014.

“Putusan praperadilan terkait penetapan tersangka sudah ditetapkan. Penetapan tersangka adalah pengembangan baru objek praperadilan karena sesuai dengan perkembangan yang ada di masyarakat. Praperadilan dianggap sebagai wujud check and balance terhadap penyidik yang selama ini mengatasnamakan penegakan hukum. ”Terang Dr. Syafrudin A. Rafiek, SH., M.Hum., di kantornya saat diwawancarai awak media terkait perkara Praperadilan No. 10/PID.Pra/2017/Pn.Jkt.Tim yang diajukan oleh H. Ade Aryudi, SE. dan Herry Sabirin (Rabu, 6 Desember 2017).

WhatsApp Image 2017-12-07 at 07.08

“Sesungguhnya apabila pihak penyidik dari kepolisian yakin akan perkaranya dan sudah memiiki bukti cukup untuk P 21 dan perkara dilimpahkan ke kejaksaan maka sidang praperadilan akan berhenti dengan sendirinya sesuai undang undang. Namun hal ini kan hak dari pihak kepolisian.” Tambahnya.(6/12/2017).

Seperti diketahui sidang pra peradilan ini digelar karena diduga ada tindakan Termohon (KEPALA KEPOLISIAN RI Cq KEPALA KEPOLISIAN RESORT METROPOLITAN JAKARTA TIMUR) menetapkan Para Pemohon, H. ADE ARYUDI, SE dan HERRY SABIRIN, sebagai tersangka dalam tindak pidana pemalsuan surat atau memberikan keterangan palsu ke dalam akta otentik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 266 KUHP oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur adalah diduga dan dianggap tidak sah.

Materi perkaranya berawal dari masalah perebutan harta warisan orangtua. Keluarga besar H. Ismayadi saat ini berada dalam pertentangan sengit antara keturunan isteri pertama (Yanti Mala) dengan isteri kedua (Kartinah), Ade Aryudi, SE (putra dari pasangan Ismayadi dengan Kartinah) yang merupakan adik tiri Iwan Kurniawan (putra dari pasangan Ismayadi dengan Yanti Mala) diduga memalsukan tanda tangan lurah Cakung Timur Sumardiyono pada Akta Jual Beli (AJB) sebidang tanah yang dibeli mendiang ayahnya.
Menurut Iwan, Mendiang ayahnya membeli sebidang tanah di Kawasan Jl. Cakung Cilincing, Kelurahan Cakung Timur, Jakarta Timur seluas 1000 M2 senilai Rp: 900 Juta Dari HJ. Marhati, setelah pembayaran selesai dilaksanakan oleh Ismayadi, ayahandanya jatuh sakit, dan saat sakit itulah adiknya (Ade) dan Herry adik Ismayadi mendatangi pihak penjual tanah dan meminta tanda tangan pada AJB yang sudah jadi, selang waktu beberapa hari Hery kembali menemui penjual tanah dan meminta girik asli tanah tersebut, karena pihak penjual curiga, girik tersebut tidak diberikan, katanya.

“Namun anehnya, walau girik asli tidak diberikan oleh si penjual tanah, kok tiba – tiba muncul AJB atas tanah tersebut, padahal logikanya, untuk mengurus AJB, itu harus ada alas hak tanahnya, seluruh ahli waris tanda tangan, ada pengantar RT, RW dan tentunya tanda tangan lurah setempat, karena jalur procedural tidak ditempuh oleh adik saya tapi bisa ada AJB, saya curiga AJB tersebut palsu,” ungkap Iwan.
Iwan menambahkan. ”Kecurigaan saya atas keaslian AJB tersebut semakin memuncak saat saya temui mantan lurah Cakung Timur Sumardiyono, menurutnya, dia tidak pernah menandatangani AJB tanah yang dibeli oleh mendiang ayah saya, bahkan NIK sumardiyono pun berbeda dengan yang aslinya, sehingga dugaan pemalsuan tanda tangan lurah Sumardiyono sangat kuat, dengan alat bukti dan saksi dari lurah Sumardiyono saya laporkan Ade ke Polres Jakarta Timur,” ujarnya.

WhatsApp Image 2017-12-07 at 07.08.46

Sampai saat digelarnya sidang praperadilan ini sudah 12 orang yang di BAP oleh Penyidik Polres Jakarta Timur dan dari hasil penyelidikan serta penyidikan Polisi telah dilakukan penetapan tersangka terhadap H. Ade Aryudi, SE. dan Herry Sabirin, namun rupanya pihak H. Ade Aryudi, SE. dan Herry Sabirin melakukan upaya hukum dengan melakukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Menurut pengacara Iwan Kurniawan yang bernama Esperanza Samosir SH. dan Oky Utama SH. bahwa tindakan polisi melakukan penetapan tersangka terhadap H. Ade Aryudi, SE. dan Herry Sabirin sebenarnya sudah sesuai dengan prosedur justru ini sudah terlalu lama karena sudah satu tahun perkara ini, seharusnya penyidik kepolisian Jakarta Timur sudah menetapkan P-21 untuk perkara ini.

Esperansa Samosir SH menambahkan, ”Namun kami menghormati hak hukum diduga tersangka yang melakukan upaya hukum praperadilan ini. Kami percaya pengadilan negeri Jakarta Timur akan menegakkan keadilan dan kebenaran sesuai fungsi pengayoman yang bermartabat di republik ini. Semoga hasilnya hakim tidak mengabulkan permohonan praperadilan ini karena saya yakin para penyidik dalam melakukan penetapan tersangka sudah sesuai dengan prosedur sebagai insan Bhayangkara yang Promoter seperti pesan Kapolri,” Pungkasnya.

(Bunda Djaen and tim)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*