PPM UI Melakukan Edukasi Dan Penerapan Pemuda Sadar Hukum Di SMKN 5 Yogyakarta

Kegiatan PPM UI 2020 Melakukan Edukasi Dan Penerapan Pemuda Sadar Hukum

IMG-20201211-WA0049
Budayabangsabangsa.com,Jakarta-
Universitas Indonesia melalui Program “Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (PPM UI) 2020” dengan skema “IPTEKS bagi Masyarakat” melakukan berbagai kegiatan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri(SMKN) 5 Yogyakarta.

Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 26 November 2020 hingga 11 Desember 2020 yang mengusung tema “Edukasi dan Penerapan Pemuda Sadar Hukum(PADAKU), sebagai upaya preventif terhadap kejahatan jalanan pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Yogyakarta” diikuti oleh sejumlah Siswa dan Siswi dari perwakilan SMKN 5 Yogyakarta dan beberapa perwakilan guru SMKN 5 Yogyakarta, serta dihadiri juga oleh Kepala SMKN 5 Yogyakarta.

Tim Pengabdi Universitas Indonesia yang terdiri dari Dr. Surastini Fitriasih, S.H., M.H., Dr. Dra. Vinita Susanti, M.Si., Andrika Imanuel Tarigan, S.H., Mohammad Faisol Soleh, S.H., Saka Murti Dwi Sutrisna, S.H., dan Fabriant, S.H. memilih tema dan lokasi Yogyakarta bukan tanpa alasan, apalagi wilayah Yogyakarta sesungguhnya tidak terdaftar dalam lokasi prioritas PPM UI 2020 pada skema program “IPTEKS Bagi Masyarakat”.

Tim Pengabdi prihatin terhadap fenomena kejahatan jalanan yang biasa dikenal dengan sebutan “Klitih”, yang sebagian besar pelakunya merupakan remaja dan anak di bawah umur dan masih berstatus sebagai pelajar.

“Klitih” merupakan fenomena kekerasan jalanan yang sangat meresahkan dan telah mengkhawatirkan sebagian besar masyarakat Yogyakarta. Sudah banyak masyarakat menjadi korban dari peristiwa “Klitih” ini. Bahkan pada bulan-bulan awal tahun 2020, peristiwa “Klitih” telah menjadi topik hangat yang ramai diperbincangkan warganet di media sosial, seperti twitter dengan munculnya berbagai tagar #DIYdaruratklitih,
#JogjaDaruratKlitih, #Klitih, dan berbagai tagar lainnya sebagai gambaran respon dan keresahan masyarakat terhadap fenonema kekerasan jalanan tersebut.

IMG-20201211-WA0047

Berbagai pihak bekerja sama untuk menangani fenonema “Klitih” tersebut, mulai dari Pemerintah Kota Yogyakarta, Polri serta TNI termasuk juga lembaga pendidikan.

Berbagai upaya telah dilakukan antara lain Panca tertib sekolah, Penyuluhan, Patroli secara rutin dan Penegakan hukum. Akan tetapi ‘Klitih’ tetap menjadi suatu masalah yang berpotensi akan terulang kembali di kemudian hari, karena pelanggaran hukum tersebut sebenarnya merupakan fenomena kekerasan jalanan yang pernah terjadi beberapa tahun lalu. ‘Klitih’ sempat berhenti dan muncul kembali pada tahun 2019.

Dari beberapa hal yang mendasari perilaku ‘Klitih’ adalah suatu kelompok, sebagai lingkungan sosial tempat para remaja atau pemuda berkumpul, berinteraksi, bersosialisasi dan bergaul yang memiliki peran signifikan bagi terbentuknya perilaku negatif tersebut.

Rangkaian pelaksanaan PPM UI 2020 Pertama, acara pembukaan dan kata sambutan oleh ketua Tim Pengabdi Dr.Surastini Fitriadih,S.H,M.H, dan Yusuf Supriyanto, S.Pd selaku Kepala SMKN 5 Yogyakarta, yang dilanjutkan dengan pemaparan materi terbagi dalam dua sesi, yaitu Materi tentang Pengetahuan Umum Hukum, Faktor-Faktor terjadinya Kejahatan Jalanan di Yogyakarta, dan Jerat Hukum bagi para Pelaku, yang disampaikan oleh Mohammad Faisol Soleh, S.H., kemudian Materi mengenai Kesadaran Hukum, Konsep Pemuda Sadar Hukum (PADAKU), dan Kampanye Sadar Hukum disampaikan oleh Saka Murti Dwi Sutrisna, S.H.

IMG-20201211-WA0048

Kegiatan pertama dilaksanakan secara virtual(daring) dengan memanfaatkan media Zoom. Kegiatan Kedua, berupa “PADAKU Campaign Challenge”. Dimana siswa/siswi peserta kegiatan diminta untuk membuat sebuah video kampanye sadar hukum yang dikemas secara kreatif dan inovatif dengan durasi selama 2 menit hingga 10 menit, yang harus diunggah pada Akun Media Sosial Instagram. Pelaksanaanya dimulai sejak tanggal 27 November 2020 sampai dengan tanggal 8 Desember 2020.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengajak sebanyak-banyaknya masyarakat, khususnya pengguna media sosial Instagram yang didominasi para kaum milenial(pemuda) untuk memiliki kesadaran hukum, melalui video dengan substansi materi yang positif dan dilakukan oleh peserta kegiatan yang merupakan bagian dari generasi muda. Jadi dari generasi muda untuk generasi muda.

PADAKU Campaign Challenge dilakukan adalah untuk mengukur seberapa jauh pemahaman para peserta kegiatan pada materi yang telah disampaikan oleh Tim Pengabdi dalam kegiatan pertama.

Sebagai acara penutup pada Tanggal 11 Desember 2020 dilakukan pemberian apreasiasi oleh Tim Pengabdi kepada para peserta “PADAKU Campaign Challenge “ yang telah secara kreatif dan inovatif mengajak para pemuda lain untuk memiliki kesadaran hukum melalui video kampanye sadar hukum.

Kegiatan acara ditutup oleh Andrika Imanuel Tarigan, S.H., sebagai perwakilan dari Tim Pengabdi, dan sekaligus menandakan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan PPM UI 2020 dengan tema “Edukasi dan Penerapan Pemuda Sadar Hukum (PADAKU) Sebagai Upaya Preventif Terhadap Kejahatan Jalanan Pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Yogyakarta.(zul&Tim)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*