Potret Buram Kinerja Polri

Potret Buram Kinerja Polri
 

Budaya bangsa bangsa.com, JAKARTA – Indonesia yang bebas Narkoba hanya slogan dan isapan jempol belaka, penyelesaian (ending) kasus demi kasus penyalah guna narkoba yang ditangani penegak hukum di negeri ini hampir 60% diwarnai dengan suap, Kinerja Polri makin buruk pada belakangan ini, sebuah stasiun Televisi mengangkat Tema, Bersih-Bersih Polisi, dalam wawancara tersebut terungkap, masih banyak oknum Polri yang melanggar sumpah jabatannya dan kode etik Kepolisian, contoh kasus yang terjadi di Polres Jakarta Timur beberapa hari lalu, seorang warga Cakung bernama Senni bin Hasib alias Senni ditangkap disamping pintu tol Cakung Utara Jakarta Timur Kamis (11/06/2015) oleh reserse narkoba Polres Jakarta Timur.

Menurut informasi, Senni ditangkap  dengan barang bukti shabu kira-kira seberat 1 gram, informasi yang berhasil kami himpun dari warga sekitar, patut  diduga bahwa: Seny adalah pengedar barang haram di wilayah tersebut, (Cakung). namun setelah 3 hari ditahan di Polres Jakarta Timur, Senni dikeluarkan oleh Polres Jakarta Timur, bahkan diduga kuat telah terjadi penyuapan terhadap oknum Penyidik Polres Jakarta Timur dalam pembebasan Senni, namun saat dikonfirmasi oleh redaksi Budaya bangsa bangsa melalui surat no 101/MB3/Red/06/2015 tgl: 25 Juni 2015, Kasat Narkoba AKBP Yupri. RM.SH, MH menolak isu suap dikalangan anggotanya tersebut.

Bantahan Yupri selaku Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur disampaikan secara resmi melalui surat no: 4687/VI/2015/Res. JT yang isinya, saat Senni ditangkap dirumahnya, hanya ditemukan alat hisap Sabu (sebuah bong) dan saat dites urine, Senni positif menggunakan narkoba, karena tidak cukup bukti, Senni tidak ditahan, dan terkait isu suap Rp.60 juta yang dilakukan Senni kepada Penyidik, Yupri juga membantahnya, padahal informasi yang didapatkan oleh tim investigasi dari sumber yang dapat dipercaya mengatakan, telah terjadi dugaan penyuapan terhadap oknum Penyidik Polres Jakarta Timur , atas kasus pelepasan terpidana narkoba (Senni), memang tak ada yang mampu membuktikan suap tersebut secara otentik.
 

POLISI HARUS DIKONTROL

Menurut Dudi, SH, Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Pejabat Negara Dan Pengguna Anggaran (BPI KPN-PA) DKI Jakarta, Jika ingin kinerja Polri bersih dari praktik suap dan pelanggaran kode etik, pengawasan terhadap institusi kepolisian harus dilakukan lembaga independent dan dilakukan secara sistemik, cerita suap, pelanggaran sumpah dan kode etik kepolisian dilingkungan penegak hukum kita sudah bukan rahasia umum lagi, namun tak satupun kekuatan yang mampu membuktikan secara otentik atas pelanggaran tersebut, inilah hebatnya mafia hukum di Indonesia, Mafia Hukum Merusak Citra Polri, katanya.

Masih menurut Dudi, potret buram kinrja Polri ini perlu dievaluasi secara konfrehensif, hal ini perlu dilakukan oleh Propam Polri guna terwujudnya Polri yang bersih dan bebas dari KKN 
 

Polsek Cipayung Diduga Lepaskan Tersangka Narkoba

Dina (16 th ) dan Muhamad Iqtisom ( 21 th ) pada  23 Juni 2015 ditangkap reserse narkoba Polsek Cipayung Jakarta Timur di Kampung Sawah saat transaksi narkoba seberat 1,2 gram pada 23 Juni 2015, dan hasil wawancara dengan lingkungan keluarga, MI dan D dilepaskan oleh Polsek Cipayung setelah pihak keluarga memberikan uang senilai Rp. 24 juta kepada oknum penyidik, namun dalam telphonny
AKBP Cecep Kapolsek Cipayung mengatakan," MI masih kami tahan, tidak benar kami melepaskan MI," ungkapnya diujung telephone.

red..

About admin 269 Articles
Seorang Admin Yang Hobi dengan Berita dan Web Programming

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*