Ponpes Mahad Al-Zaytun Secara Nyata Berkontriubusi Untuk Ketahanan Pangan Indonesia

Syaykh AS Panji Gumilang (Tengah) Beserta Anggota Satgas Sergap
Syaykh AS Panji Gumilang (Tengah) Beserta Anggota Satgas Sergap

Budayabangsabangsa.com – Indramayu, Pondok Pesantren Al-Zaytun Baru baru ini mendapatkan kunjungan dari Satgas Sergap (Satuan Tugas Serap Gabah Petani) beberapa waktu yang lalu tepatnya pada hari Kamis (04/8/16), Rombongan yang dipimpin langsung Brigjen. Dudung AR, didampingiĀ  Letkol. Benny (Komandan KODIM 0616 Indramayu) dan rombongan diterima langsung oleh Syaykh Al-Zaytun , DR. AS. Panji Gumilang beserta Pengurus Yayasan Pesantren Indonesia di Wisma Tamu Al-Islah dan rombongan diajak menuju Istana Beras (yang masih berada dalam kompleks Al-Zaytun), ternyata tidak hanya menyimpan sejarah titik awal Al-Zaytun, secara nyata berkontribusi untuk ketahanan pangan Indonesia.

Selain urusan beras tidak lupa Syaykh Al-Zaytun, DR. AS. Panji Gumilang memberi sentuhan “pencerahan” kepada para tetamu dari petinggi militer, Mahad Al-Zaytun bahwa lima tahun kedepan untuk ketahanan pangan berupa beras kita surplusĀ  dan kita akan mengirimkan beras ke bulog 1000 ton serta Gula, ungkapnya.

Kemudian rombongan diajak Syaykh Al-Zaytun untuk meninjau sejenak Gedung HMS (Haji Muhammad Soeharto), yang saat ini dipergunakan untuk perkuliahan mahasiswa IAI-AL AZIS (Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia) yang gedungnya diresmikan oleh Jenderal Besar H.M. Soeharto (Presiden RI ke 2). Saat memasuki gedung kampus, tampak dua papan berukuran besar dikiri dan kanan pintu masuk yang bertuliskan anthem Indonesia Raya Stanza II dan III.

Disanalah Brigjen. Dudung AR dan Letkol. Benny khusyu mendengarkan penjelasan Syaykh Al-Zaytun tentang anthem Indonesia Raya tersebut. Syaykh menegaskan begitu hebatnya Indonesia yang dipancarkan dari lagu kebangsaannya itu. Maka di Al-Zaytun sejak usia sekolah MI hingga seluruh civitas akademisnya harus menguasai Indonesia Raya 3 stanza. Dan disetiap upacara-upacara penting di Kampus Al-Zaytun senantiasa dinyanyikan Indonesia Raya 3 stanza itu.

Rupanya, sengaja lagu Indonesia Raya itu telah dipenggal stanza 2 dan 3 oleh penjajah Belanda saat itu. Mereka khawatir ‘ruh’ dari lagu kebangsaan tersebut akan membangkitkan semangat perlawanan terhadap kolonialisme. Masa penjajahan telah berlalu, sudah saatnya kembalikan lagu Indonesia Raya 3 stanza itu.

Dan pada tanggal 17 Agustus 2016 nanti, saat upacara bendera memperingati 71 Tahun Kemerdekaan Indonesia di Al-Zaytun akan dikumandangkan anthem Indonesia Raya 3 stanza itu. Dan sejarahpun akan mencatat, ungkapnya.
Menurut Benny (Dandim Indramayu), setelah mendengar penjelasan Syaykh Al-Zaytun dan melihat isi teks Indonesia Raya stanza 2 dan 3 itu, beliau berkata: “Wah, ini harus ada di markas Kodim”, ungkap beliau sambil memerintahkan ajudannya untuk mengambil foto papan-papan yang bertuliskan syair Indonesia Raya tadi.

Bismillah, semua akan terjadi pada masanya. Apa yang digulirkan oleh Syaykh Al-Zaytun dengan mengajak kembali menyanyikan lagu Indonesia Raya full 3 stanza, menjadi starting point membangun mental anak bangsa dan membentuk kekuatan serta kejayaan Indonesia. Dan itu telah diawali di Al-Zaytun.

Alangkah indahnya bila di tiap sekolah, tiap kampus, tiap kantor-kantor pemerintahan, markas-markas polisi dan militer (dari pusat sampai daerah-daerah) terpampang anthem Indonesia Raya 3 stanza. Dan tiap saat tertentu (upacara bendera, apel dll), dinyanyikan secara lantang, gagah, dihayati, dijiwai dan ‘mendarah daging’ dalam perilaku serta moral semua rakyat bangsa Indonesia (semoga berita ini sampai kepada Bapak Presiden Joko Widodo – yang telah bercita-cita ‘merevolusi mental’ rakyat dan negeri ini), imbuhnya. (MT)

About admin 270 Articles
Seorang Admin Yang Hobi dengan Berita dan Web Programming

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*