Pihak PT KAI Menutup Perlintasan Rel Kereta Api Gaperi Bojong Gede Bogor

Plang peringatan Perlintasan Seadanya

Budayabangsabangsa.com Bogor Senin (6/11/2017).

Pintu Perlintasan Kereta Api yang berada tidak jauh dari stasiun Bojonggede, tepatnya yang arah ke-perumahan Gaperi ditinggal petugas jaga nya . Karena mereka tidak mendapatkan upah nya,  Senin 6-11-17

Menurut keterangan warga yang tidak mau di sebut namanya menjelaskan di hadepan media Budaya Bangsa-bangsa, petugas jaga tersebut merasa belum dibayar oleh pihak Gaperi maka pada pukul 14 00.WIB, petugas jaga perlintasan meninggalkan lokasi kerja nya.

Pihak PT KAI Menutup Perlintasan Rel 2017-11-06 at 21.16.35(1)

Sementara disekitar lokasi terlihat aparat kepolisian dan dinas perhubungan yang berjaga.

Ahmad salah seorang warga yang rumah nya tidak jauh dari lokasi pintu perlintasan kereta api ketika di konfirmasi mengenai hal tersebut mengatakan, “pintu perlintasan ini tidak resmi dari PT KAI, dan ini adalah jalan menuju perumahan Gaperi, yang awalnya jalan setapak milik masyarakat. Namun ketika ada pembangunan perumahan gaperi jalan tersebut diperlebar,kemudian ditempatkan petugas jaga yang dibayar oleh pihak Gaperi.” Ungkapnya

Wawancara dengan Dwi kepala stasiun Bojong Gede Bogor
Klik untuk menyaksikan Wawancara dengan Dwi kepala stasiun Bojong Gede Bogor

Menurut penelusuran Budaya Bangsa-bangsa, Petugas jaga pintu perlintasan meninggalkan tempat kerjanya karena belum dibayar selama 6 bulan oleh pihak Gaperi.

Pak Dwi kepala stasiun Bojong Gede menjelaskan di hadapan awak media Budaya Bangsa-bangsa, “awalnya itu cuma jalan setapak dan ada pembangunan perumahan Geperi, dan pihak pengembang minta akses jalan untuk pengangkutan material,dan sebatas seperlunya aja. Setelah selesai membangun pihak kereta api akan menutup kembali, namun pihak Gaperi mengajukan akses pintu palang tetep di buka.” Ungkapnya

Pihak PT KAI Menutup Perlintasan Rel 2017-11-06 at 21.16.34

Dari pihak kereta api mempersilahkan yang penting ada yang menjaga, siapapun itu orang yang menjaganya entah pengangguran, gembel dan dengan ngecreg pun (Pak Ogah Cepek), pihak kereta api tutup mata, yang penting ada yang jaga, kenapa pihak kereta api itu pintu palang liar, karena pintu palang itu tidak resmi dari PJKA.

Pihak kereta api tidak akan menutup selama masih ada yang menjaganya. Kalau memang sudah tidak ada lagi yang menjaga pintu palang rel dengan berat hati pihak kereta api akan menutup perlintasan rel kereta api Gaperi demi keselamatan warga yang melintas, entah kendaraan bermotor atau mobil.” Papar Dwi menjelaskan dengan wajah tegang

Namun saat ini (brita diterbitkan) pintu rel sudah di buka kembali karena sudah ada kesepakatan dengan dishub dan wargapun sudah bisa melintasi pintu palang rel kereta api tersebut dan sudah ada penjaga nya kembali.

[Sutarno]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*