Persatuan Indonesia Terancam, Panji Ajak Kembali Ke Jati Diri Bangsa

Budayabangsabangsa.com – Indramayu, Ahad.

Ditengah Papua bergolak, ujaran kebencian memenuhi ruang media sosial, ditambah lagi beberapa tokoh agama yang menyerang keyakinan dan kepercayaan yang berbeda dan berseberangan dengannya, yang mestinya menyampaikan ceramah menyejukkan dan damai. Begitulah potret terkini Indonesia.

Nilai-nilai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya sila ketiga, Persatuan Indonesia terancam hanya menjadi pepesan kosong semata. Karena itu diperlukan peran konkrit pemerintah dan masyarakat.

Menyikapi kondisi bangsa dan negara seperti itu, salah satu tokoh pendidikan di Indramayu, Syaykh AS Panji Gumilamg memberi solusi konkrit bagaimana menciptakan persatuan dan kerukunan bangsa.

Sosok yang akrab disapa Syaykh Al-Zaytun dan kerap melakukan penelitian pangan ini mengajak kembali kepada jatidiri bangsa Indonesia yaitu nilai-nilai dasar negara kesatuan republik Indonesia, dan Undang-undang Dasar 1945 sebelum diamandemen.

“Jatidiri bangsa yang hakiki adalah nilai-nilai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Undang-Undang Dasar 1945,”terang Syaykh Panji saat memberikan orasi kebangsaan pada perayaan Tahun Baru Islam 1441 Hijrah di Masjid Rahmatan Lil Alamin, Al-Zaytun, Indramayu, Ahad (1/9).

MB3-Image 2019-09-01 at 17.14.19

Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, Kata Syaykh bermakna bangsa Indonesia bangsa yang mempunyai jiwa besar yang menghormati yang paling tinggi dalam kekuasaan manusia dan kekuasaan alam semesta.

“Tuhan mengajarkan, tuhan memberikan segala macam, tuhan menampilkan manusia yang adil, manusia yang adil adalah manusia yang mau beragama, apapun agamanya, yang tidak adil adalah tidak mengakui tuhan dan tidak beragama,” ucap Syaykh.

Kedua, lanjut Syaykh Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab bermakna, kemanusian jauh lebih tinggi daripada agama.

WhatsApp Image 2019-09-01 at 07.56.17

“Agama memilah-milah, kemanusiaan tidak bisa dipilah, kamu dicubit sakit, saya minum gula terasa manis anda pun terasa manis, hanya kalau orang jawa bilangnya legit, orang sunda bilang amis, jangan cekcok karena bahasa. Kemanusiaan jauh lebih tinggi,” lanjut Syaykh.

Ketiga, Syaykh menambahkan, Persatuan Indonesia. Menurutnya, Persatuan Indonesia bukan persatuan agama, bukan persatuan suku.

“Persatuan Indonesia dari Merauke sampai Sabang dari Timur sampai ke barat, persatuan Indonesia kita wujudkan miniatur persatuan Indonesia,”imbuh Syaykh.

Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Menurut Syaykh, Indonesia memilki gaya demokrasi sendiri, khas Indonesia yang terangkum dalam nilai-nilai dasar negara keempat.

“Sebelum bangsa-bangsa lain membuat demokrasi, lndonesia sudah memiliki demokrasi diwujudkan dalam nilai dasar negara yaitu kerakyatan, kerakyatan dimana-mana itu adalah demokrasi, tetapi ada pemimpinnya ditunjang oleh hikmah, hikmah itulah ilmu, kebijaksanaan itulah keadilan dalam permusyawaratan, berunding. Itulah demokrasi Indonesia yang bagus,” papar Syaykh Panji.

Kelima, lanjut Panji, keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Demokrasi Indonesia bertujuan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Demokrasi Indonesia itu santun dan cantik, pilih wakil rakyat yang mampu berpikir tajam penuh kebijaksanaan dan kembali ke jatidiri bangsa Indonesia yakni Undang-undang Dasar 1945,”pungkasnya.

(hatta)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*