Pernikahan Dini Berdampak Buruk Pada Kesehatan

Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes RI dr. Eni Gustina, MPH (kiri)

Budayabangsabangsa.com – Jakarta, Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan masih cukup tinggi di Indonesia. Menurut Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015 menyebutkan bahwa AKI di Indonesia adalah 309 per 100 ribu Kelahiran hidup atau 4000 kematian per tahun sedangkan Agka Kematian Bayi (AKB) adalah 40 per seribu kelahiran hidup.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Kesehatan Keluarga, Kemenkes RI, dr. Eni Gustina, MPH saat acara acara Temu Media bertema “Ibu Sehat, Anak Cerdas dan Berkualitas” yang digelar di Ruang Prof. Dr. Mahar Mardjono, Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Selasa (21/12) siang.

“Ibu sehat akan melahirkan anak cerdas dan berkualitas, seorang ibu hamil harus memastikan bayi yang dikandungnya sehat, selamat dan berkualitas dan mampu hidup sesuai harapan hidup di daerah tersebut,” kata Eni memulai presentasinya.

Menurutnya, faktor-faktor resiko penyebab tingginya angka kematian ibu terkait dengan pendidikan, budaya dan kesehatan. Banyaknya pernikahan usia dini~dibawah usia 20 tahun dan gangguan kesehatan seperti Anemia, Hipertensi, Anemia, obesitas dan penyakit lainnya.

Dalam menekan angka kematian ibu dan anak, pemerintah telah membuat program unggulan penurunan AKI dan AKB 2015 – 2019, yakni konseling pra nikah, revitalisasi Posyandu, peningkatan mutu pelayanan pra/pasca persalinan.

Selain itu, pemerintah juga menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Gemas). Program yang dilaunching oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Gemas adalah suatu tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berprilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan Gemas bagi ibu hamil dengan cara melakukan senam ibu hamil, makan sayur dan buah, pemeriksaan kesehatan secara teratur, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, mengelola stres, melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat.

Dengan berbagai upaya dan kebijakan tersebut, diharapakn angka kematian ibu dan bayi bisa menurun. “Targetnya hingga 2019 angka kematian ibu akan turun menjadi 273 per 100 ribu kelahiran hidup,” tegas Eni.

About admin 270 Articles
Seorang Admin Yang Hobi dengan Berita dan Web Programming

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*