Peragawati Kaltim Juarai Indonesia Top Model Peragawan Peragawati 2019

Sabrina Aulia Putri Juara Top Model 2019

 

Budayabangsabangsa.com, Jakarta– Yayasan Pembina Model Indonesia (YAPMI) kembali menggelar pemilihan Indonesia Top Model Peragawan Peragawati 2019 yang berlangsung mulai 26 Desember hingga 28 Desember 2019. Malam puncak penganugerahan berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta, pada Sabtu (28/12) malam.

Terdapat 34 kontingen yang berasal dari 34 provinsi hadir di Jakarta untuk memperebutkan sejumlah tropi dan hadiah senilai ratusan juta rupiah. Dari sekitar 60 peserta (model) terpilih 10 finalis untuk 10 kategori dan satu juara utama (Top  Model).

Adapun penilaiannya selain penampilan fisik juga kemampuan catwalk, fotogenik, fashion, personality, Kecerdasan, persahabatan dan yang lainnya.

Sebagai juara utama Top Model 2019 adalah Kontingen asal Kalimantan Timur bernama Sabrina Aulia Putri (20) yang mampu menyisihkan 60 peragawan dan peragawati lainnya.

“Saya bangga membawa nama baik Kalimantan Timur saya berharap ke depan bisa lebih baik, komitmen dan konsisten lagi,”ucap Sabrina.

Dia menambahkan, beberapa resep kemenangannya adalah yakin, berserah diri, dan terus menggali bakat dan menambah wawasan. Dia berharap, event selanjutnya Kontingen Kalimantan Timur bisa berbuat hal serupa dan menjadi juara kembali.

Sementara itu, Dr. Ridjal Junaidi Kotta, SH. MH salah satu juri di Top Model YAPMI 2019 dari lima juri yang hadir mengatakan penetapan juara merupakan keputusan juri yang tidak bisa diganggu gugat dan bersifat objektif.

“Pasti objektif yang menentukan juara top model itu terakhir pasti di intelejensia karena prinsip dasarnya mereka sudah memiliki kemampuan merata. Dan diantara 10 finalis jawaban yang paling rasional adalah Kaltim, objektif dan bisa dipertanggungjawabkan,”ucap Ridjal.

Selanjutnya, Ketua Yayasan Pembina Model Indonesia (YPMI) Iwan Setiawan kepada doetaindonesia.com mengatakan melalui Indonesia Top Model ini bisa lahir talenta-talenta muda berbakat khususnya bidang model dan peragawan peragawati yang kelak membawa harum nama Indonesia di kancah internasional.

“Membawa Indonesia ke Mancanegara,” kata Iwan.

Iwan menambahkan, juara didasarkan pada kemampuan speaking dan menjawab pertanyaan yang diajukan juri kepada peserta.

“kita menilai berdasar ril dan objektif,” tegasnya.

DSCF4926

Selama masa karantina beberapa hari di Jakarta, para peserta mendapat pelatihanmeliputi kemampuan catwalk, kepribadian, intelelensia dan pergaulan, dan berbagai soft skill lainnya.

Pada tahun 2020 rencananya Yayasan Pembina Model Indonesia (YPMI) akan membuat event lebih luas berupa Fashion Food Festival di 34 Provinsi bahkan hingga ke mancanegara.

Redaksi
About Redaksi 800 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*