Penyidik Polsek Cilincing Jakut “Ciderai” Promoter

Budayabangsabangsa.com – Jakarta, Ahli waris H. Ismayadi, Putera kedua dari pasangan Ismayadi dengan Yanti Mala Iwan Kurniawan dilaporkan oleh adik tirinya Ade Aryudi putera dari pernikahan kedua Ismayadi dengan Kartinah dengan tuduhan memasukkan keterangan palsu kedalam suatu akta otentik sebagaimana dimaksud dalam pasal 266 KUH Pidana.

Ada yang aneh dalam laporan polisi no: 1294/K/XI/2016 Sekcil, 10 November 2016, atas nama pelapor Ade Aryudi. Bagaimana tidak, laporan Ade tersebut tidak sesuai locusdelictinya. Menurut Iwan, tuduhan dugaan pemalsuan data dalam mengurus Isbat Nikah Ayahandanya (Ismayadi) tersebut terjadi di Wilayah hukum Kecamatan Koja Jakarta Utara, karena Isbat nikah itu diurus dan dikeluarkan oleh Pengadilan Agama Jakarta Utara Kecamatan Koja, katanya.

“Namun sebagai warga negara yang baik, saya tetap datang memenuhi panggilan penyidik Polsek Cilincing AKP Andry Suharto. SH,. MH dan Penyidik Pembantu Brigadir Murtopo Siregar, saya tanya kenapa saya dilaporkan di Cilincing, saya tidak mau memberikan keterangan apapun, karena locus delictinya bukan di Wilayah hukum Polsek Cilincing,” tutur Iwan kepada awak media.

“seharusnya penyidik membuktikan pemalsuan yang dimaksud, apa yang saya palsukan?, Isbat Nikah yang keluarin Pengadilan Agama, KTP, Kartu Keluarga yang keluarin Sudin Catatan Sipil Jakarta Utara, lalu apa yang saya palsukan, penyidik polsek Cilincing tidak profesional, menerima laporan suatu delik hukum yang locusnya bukan wilayah hukumnya,” tandas Iwan kesal.

Kabid Investigasi Gerakan Cinta Indonesia (GRACIA) Hisar Sihotang mengatakan,”Penyidik Polsek Cilincing mengabaikan visi Kapolri yang menginginkan Polri Profesional, Modern, Terpecaya (Promoter), Kapolsek Cilincing Kompol M. Supriyanto harus memanggil Penyidiknya yang tidak profesional bahkan lalai dengan Visi Kapolri,” tegasnya Rabu (07/12/16) di Kantornya Jl. Yos Sudarso Jakarta Utara.

Saat dimintai keterangannya, Kapolsek Cilincing Kompol M. Supriyanto, S.Sos, melalui Whatsaap mengatakan,” Silahkan klarifikasi ke Iptu Rahmat… karena saya masih giat di polres,” katanya Rabu (07/12/16).

Arahan Kapolsek ditindaklanjuti oleh tim media PWRI dengan meminta keterangan dari penyidik Brigadir Murtopo Siregar, dalam keterangan persnya Ia (Penyidik red…) mengatakan, “terkait locus delicti, kita mengacu pada KUHAP, dimana polisi tidak boleh menolak laporan masyarakat, untuk pemeriksaan lebih lanjut, kami akan melimpahkan penanganannya ke Polsek Koja atau Polres Jakarta Utara, kemudian, Akta Autentik (surat Isbat Nikah) yang dalam proses pelengkapan data untuk diterbitkannya Isbat Nikah yang diduga ada data yang dipalsukan ini digunakan di Wilayah hukum Polsek Cilincing,” inilah yang kita permasalahkan, bahkan saya ada bukti surat cerai Yanti Mala dengan Ismayadi yang ditandatangani tahun 1979, terangnya.

Keterangan Penyidik sangatlah benar, namun pertanyaannya, apakah Protap Kepolisian yang mengatur polisi bekerja sesuai dengan wilayah hukumnya ini sudah tidak berlaku? Terlebih dalam Perkap no: 12 Th 2009 pasal 2 dinyatakan,Dalam hal tindak pidana yang dilaporkan/diadukan oleh seseorang tempat kejadiannya (locus delicti) berada di luar wilayah hukum kesatuan yang menerima laporan, petugas SPK wajib menerima laporan untuk kemudian diteruskan/dilimpahkan ke kesatuan yang berwenang guna proses penyidikan selanjutnya.

Jika penyidik memaksakan kehendak untuk melakukan penyidikan di Polsek Cilincing yang locus delictinya di Koja, maka ini akan menciderai profesionalisme Polri. Karena menurut Murtopo Siregar, penyidik curiga dengan data atau isi isbat nikah yang terindikasi adanya tindak pidana memasukan data palsu kedalam Akta Autentic (Isbat Nikah) yang menyebabkan adanya perubahan pada haq seseorang, kata Murtopo.

Agus

Redaksi
About Redaksi 534 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*