Pemilihan Katua MUI Tulang Bawang Lampung Diduga Kuat Tebang Pilih

Pemilihan Katua MUI Tulang Bawang Lampung

Budayabangsabangsa.com -Tulang Bawang, Lampung Jum’at 28/07/2017

Pemilihan ketua umum MUI Kabupaten Tulang Bawang yang di laksanakan di Hotel Le’man Unit 2 kabupaten tulang Bawang lampung 28/07/2017 yang di buka oleh Bupati Tulang Bawang yang di hadiri Oleh elemen Ormas dan para ulama dan tokoh masyarakat.

Pemilihan Ketua Umum MUI Kabupaten Tulang Bawang sedikit menuai banyak pertanyaan bagi peserta yang hadir pasalnya di temukan beberapa kejanggalan dalam pemilihan ketua MUI tersebut dari nama calon yang di usung dalam pemilihan sampai cara pemilih dan yang memilih dan sampai undangan hingga putusan yang diduga kuat suatu acara yang di kondisikan oleh salah satu Oknum.

Yang pertama berikut awal kejanggalan dari cara pengusungan calon nama yang muncul ada dua kandidat yakni H. Yantori dan KH. Sodikul Amin yang merupakan kandidat tersebut yang di ajukan secara aklamasi sepihak yang belum tentu semua setuju.

Dan kejanggalan kedua yakni pada tamu undangan dimana di ketahui dari salah satu sumber yang tidak bisa di sebutkan bahwasanya acara pemilihan tidak hadir dikarenakan tidak ada undangan yang resmi dan merata dan terkesan tebang pilih hanya orang-orang tertentu yang sudah dikondisikan.

“Gimana mau datang atau partisipasi dalam acara tersebut kita undang saja tidak dapat dan mungkin acara tersebut hanya buat yang berkepentingan” pungkasnya.

Dan fakta yang ketiga ialah pada saat masalah perwakilan pengusungan calon yang terindikasi di rencanakan untuk salah satu calon disini penentuan perwakilan terkesan aklamasi yang di lakukan oleh pihak-pihak tertentu di buktikan seharusnya setiap ormas atau Pondok Pesantren, tokoh, membawa kandidat yang di usung nya tapi kenyataan nya mereka tidak membawa kandidat yang mereka perioritaskan sampai banyak juga yang tidak hadir dikarenakan acara tersebut tidak ada undangan pemberitahuan resmi di semua wilayah Tulang Bawang.

“Bagaimana kita mau ngusung, ini aja saya hadir tau dari rekan dan tiba tiba, ini merupakan cara pemilihan ketua Umum MUI.” lanjutnya

Nah disini lah tempat nampak jelas acara tersebut hanya menjalankan sesuai rencana salah satu oknum yang berkepentingan dan terkesan memaksakan kehendak salah satu pihak pejabat publik terkait.

“Padahal pemilihan ketua umum MUI ini tidak bisa sembarangan Mas, dikarenakan berkaitan dengan Ummat dan harus terbuka di karenakan mencari yang paling terbaik demi Ummat.” Tutupnya.

[A. Samsuri]

About Redaksi 454 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*