Pembantu Rujab di Umrohkan Mantan Wakapolda Sulsel

Budayabangsabangsa.com, Bone, Sul Sel, Kamis 27/04/2017, Sang Jenderal itu Laksana (Bak) Penyelamat, terkenang kisah ketika ada wanita berumur 50Th lama bekerja di Rujab (Rumah Pejabat) Sulsel.

Hari demi hari melewati waktu sebagai pembantu Rujab, berbagai pejabat dilayaninya sebagai mana tugas pembantu, nyuci, makan dan lain-lain termasuk disuruh membelikan apa yang dibutuhkan sang pejabat yang mendapatkan Rumah Dinas di Rujab.

IMG-20170428-WA0032

Setelah sekian lama berkerja disitu, Idawen (50), Sang Pembantu itu menyebut sosok pejabat yang baru masuk dan tinggal di Rujab (30/09/2013) sebagai Wakapolda Sulsel yang baru.

Sang Penyelamat kala itu berpangkat Jenderal Bintang Satu (Brigjend) dan membuah Aneh Idawen bagaimana tidak justru Pak Wakapolda mendekati Idawen dan bertanya banyak hal seolah ingin mengenal pembantu yang berugas di Rujab, tidak hanya Bu Ida hampir semua pembantu disana malah diajak makan bersama satu meja sebagai ajang silaturahmi antara Wakapolda dengan pembantu, petugas lainnya yang di Rujab.

IMG-20170428-WA0033

“Beliau menolong, Mamaku (Idawen), Pak Jenderal kasih Umroh terus uang buat perbaiki rumahnya Mamaku di kampung (Bone-red)”, Tutur Narti, Anak Idawen mengenang cerita mamanya.

Menurut Narti, Mantan Wakapolda Sulsel yang kini menjabat Staf Ahli Kapolri Irjen. Pol. Dr. Drs. Ike Edwin, MH, MM adalah sosok Jenderal yang baik hati dan mulia. “Pokonnya Mama sudah lama kerja di Rujab, Sekitar 7 Tahunan, tapi baru Pa Jenderal yang begitu baik hati mulia yang mau melihat seorang pembantu yang di tinggal suaminya (Janda Tua/Lansia-Red)

IMG-20170428-WA0034

Dengan penuh harap agar Deng ike Edwin (panggilan Ike Edwin) dapat kembali menjadi Kapolda Sulsel. “Kami masih berharap Pa Jendral bisa ke Kapolda di Makassar, dan saya yang anak pembantu ini disuruh pakai Mobil Dinas Wakapolda untuk menghadiri Wisuda Saya”, urai Narti menceritakan kisah harunya.

Berdasarkan cerita Mamanya Narti menjelaskan Pak Wakapolda juga sering membuat sambel sendiri dan mengenalkan kami dengan anaknya Kanjeng dan Azizia laksana gak ada jarak antara orang kaya dan anak orang miskin seperti dirinya.

“Kata Mama, Beliau pernah mengulek sambel sendiri dan anak-anak Beliau Kanjeng dan Azizia sangat baik juga pada kami tidak membedakan mereka anak siapa, kami anak siapa”, imbunya.

Saat dikonfirmasi, Deng Ike Edwin memganggap hal itu adalah hal biasa, karena baginya ada rezeki orang lain yang dititipkan kepada saya. “Saya membantu pasti ada alasannya, saya lihat sendiri kondisi rumahnya yang dikampung, itu sudah rezeki Bu Ida yang dititipkan kepada saya, termasuk anak-anaknya Ada Ria dan siapa itu lupa saya, mereka berhak mendapatkan rezeki yang seharusnya mereka terima, kebetulan saja itu melalui tangan Saya”, jawabnya singkat tanpa ingin memperpanjang ceritanya.

(A.Samsuri)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*