Pembangunan Rutilahu Di Bekasi Tidak Sesuai Anggaran

Budayabangsabangsa.com – Bekasi Jawa Barat, program kementerian perumahan terkait Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) yang bertujuan memberikan hunian yang layak dan sehat kepada masyarakat miskin tidak sesuai harapan, pembangunan Rutilahu di Desa Banjarsari Bekasi Jawa Barat dilaksanakan asal – asalan dan anggaran yang didistribusikan kepada warga disunat oleh Bakir dan Otong yang mengaku bagian pelaksana pembangunan Rutilahu Desa Banjarsari Kc. Sukatani KB. Bekasi RT. 04/04.

Hal ini terungkap dalam penuturan warga penerima dana  Rutilahu kepada awak media Sabtu (02/01) di halaman rumahnya, sebut saja Inah mengaku menerima uang Rutilahu senilai Rp. 15 juta yang ditransfer ke rekening pribadinya, namun setibanya di rumah, Otong meminta uang yang Rp. 15 juta tersebut, "nek uangnya serahkan saja ke saya, nanti nenek tahu beres aja, kalau nenek yang pegang, nanti habis gak karuan" tutur Inah menirukan perkataan Otong kepadanya.

"akhirnya uang tersebut saya serahkan ke Otong (PHL Desa Banjarsari), dan ternyata saya hanya diberi uang Rp. 500 ribu, pasir 3 mobil bak kecil, batako 4 kubik, kayu 4 ikat (50 batang), dan semen 4 sak, sedangkan keramik lantai, plafon dan spiteng tidak dipasang, bahkan tembok bagian dalam pun tidak diplester," lanjut Inah kecewa.

Pada hari yang sama tim investigasi juga mendatangi Ningsih warga Desa Banjarsari Rt 04/04 Kc. Sukatani Bekasi Jawa Barat, Ningsih mengaku anggaran Rutilahu Rp. 15 juta yang sempat Ia terima diambil kembali oleh Bakir (orang yang mengaku pelaksana Rutilahu).

"saya hanya dikirim material berupa pasir 3 mobil bak kecil, 4 kubik batako, 3 ikat kayu kaso, dan 4 sak semen, kalau dihitung – hitung dalam jumlah nominal hanya Rp. 6-7 juta, plafon kramik, WC  tidak dipasang dan tembok dinding pun tidak diplester, padahal kalau uang itu dibelanjakan semua, pasti kramik, Wc dan plafon bisa terpasang rapi, begitu juga dengan dinding tembok, pasti terplester," ungkap Ningsih dengan nada kesal.


Hasil investigasi menunjukan bahwa: 20 unit Rutilahu di Banjarsari Bekasi Jawa Barat sudah berdiri, namun jika diaudit dan dikalkulasi, sangat tidak sesuai dengan jumlah anggaran yang diturunkan oleh pemerintah Rp.15 juta untuk satu unit rumah warga miskin tersebut.

Kepala Desa Banjarsari Eri Akadarmadi saat ditemui dirumahnya Sabtu (02/01) tidak mau menemui wartawan, saat dihubungi via telpon selulernya untuk konfirmasi terkait anggaran Rutilahu yang terindikasi disunat Otong(PHL Desa Banjarsari) Eri hanya menjawab," saya sedang tidur", sms nya kepada wartawan.

Kepala Desa Banjarsari Eri Akadarmadi patut dicurigai terkait korupsi anggaran Rutilahu tersebut, paling tidak dia mengetahui adanya indikasi penyelewengan anggaran Rutilahu, sayang, sampai berita ini diturunkan, Eri tetap bungkam.(Redaksi)

About admin 269 Articles
Seorang Admin Yang Hobi dengan Berita dan Web Programming

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*