Pdt. Donna Nainggolan, Al-Zaytun Seperti Air di Tengah Padang Gurun

Budayabangsabangsa.com – Indramayu, Selasa.

Pendeta Dona Nainggolan, S.Th, pendeta Kristen Protestan datang bekunjung di Ma’had Al-Zaytun bersama suaminya mewakili Gereja Kristen Protestan Oikumene Halim Perdanakusuma Jakarta Timur.

IMG-20180911-MBBb-0054
Edy Mansyur wawancarai Donna Nainggolan, S.Th

Mengenal Mahad Al-Zaytun dari Undangan yang diterima melalui Wali santri yang ditugaskan mengundang tamu.

 

Donna mengatakan, “ini memang pertama bagi saya, intinya kalau saya diundang ke gereja diundang di tempat-tempat yang lain itu biasa, tapi kalau diundang ke tempat yang baru (Masjid  Rahmatan Lil Alamin-red) seperti ini bagi saya, ini sesuatu yang luar biasa, saya sangat senang, ini pengalaman baru bagi Saya.” Katanya

 

Berikut Ungkapan Donna Nainggolan menanggapi terkait pengalamannya di 1 Syuro 1440 Hijriyah ini.

 

Secara umum Saya memberi apresiasi yang tinggi untuk Yayasan ini (YPI-red), karena bagi saya inilah yang seharusnya ada, sesuai dengan  Dasar Negara bahwa kita sesama manusia harus saling menghormati karena Undang-undang juga menjamin kebebasan untuk memeluk keyakinan, dan itu kan yang menjadi sesuatu agak sulit bagi Kita.

 

Yang menjadi sesuatu yang sulit kita temui dan tidak semuanya. Saya tidak bicara agama tapi saya bicara terhadap pribadi-pribadinya. Jadi saya lalu berpikir tadinya seperti segelas air ditengah padang gurun, artinya ada ya pondok pesantren yang luar biasa Seperti ini mengedepankan toleransi yang sangat tinggi mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa yang sangat tinggi bagi saya Ini sesuatu yang baru. Mungkin ada yang di tempat lain tapi bagi saya ini sangat luar biasa, saya mendapatkan nilai-nilai kehidupan, saya mendapatkan pengalaman baru untuk pribadi saya khususnya dan tentunya akan saya bagikan kepada orang yang di sekitar saya.

 

Saya Suprise sekali sekali dengan undangan yang bisa menghadirkan saya di acara al-Zaytun ini.

 

Bagaimana kelanjutan hubungan baik ini…?

Saya punya prinsip, bahwa hidup ini harus membina hubungan baik dengan siapa pun, tanpa harus melihat latar belakang seseorang, misalnya agama, status sosial, pekerjaan, suku, dan lain lain sebagainya, tetapi kita ini sesama manusia diciptakan Tuhan jadi tanpa membedakan.

 

Yang saya tadi sebutkan Ya… kita harus menjalin hubungan baik dengan siapa saja itu menurut saya, tetapi kan setiap orang punya prinsip yang berbeda, tapi saya juga melihat bahwa kita makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dan orang lain membutuhkan kita.

 

Saya kira membina hubungan baik dalam kehidupan sangat perlu dalam hidup ini, hidup kita hanya sekali. Dengan apa orang lain mengenal kita, dengan keegoisan kita dengan kesombongan kita atau sebaliknya.

 

Disini saya mendapatkan nilai kehidupan, yang kalau kita bicara seiman kan biasa tapi ini beda Iman dari pemimpinnya sendiri pak Syaykh itu Panji Gumilang Saya Suprise sekali seperti itu.

 

Mengenai motto disini, Toleransi & Perdamaian, bagaimana tanggapannya ?

 

Karena kunjungan saya ini adalah yang pertama, tadi saya bilang kesan pertama saya sangat baik, menurut saya sudah terwujud tapi kan kesan pertama baik itu, biasanya yang baik itu terus bisa berlanjut ke seterusnya.

 

Menurut Motto bahkan Tema dari hari ini (Demokrasi Kerakyatan Cara Memperkokoh Kesatuan Indonesia-red) saya bisa melihat itu bahwa memang ada Toleransi Agama (Toleransi Kemanusiaan-Syayk MAZ), dilihat dari mulai dari acara penyambutan, saat mulai acara sampai kebersamaan sampai mau selesai ini. Saya melihat itu dijunjung tinggi dalam Yayasan ini.

 

Menanggapi Pembangunan pembangunan yang sudah Bunda lihat Bagaimana…?

 

Tadi memang mulai dari tempat Saya menginap sampai menuju ke ruangan pertemuan sangat singkat sekali ya, Saya bilang sajian yang luar biasa, gedung yang luar biasa, konsep pertanian yang luar biasa, konsep perekonomian untuk anggota pesantren yang luar biasa, Saya suka sekali ini sesuatu yang benar benar bagus sekali. Apa mungkin bisa menjadi role model bagi yang lain, entah bagaimana caranya tapi jika Pesantren semuanya di Indonesia bisa seperti ini, Indonesia bisa maju, bersatu dalam kebhinekatunggal ikaan yang menjadi simbol Negara kita.

Harapan Bunda Kedepannya…?

Harapan saya pertama untuk pimpinannya tetap mendukung beliau supaya sehat karena suatu organisasi kan memang juga tergantung bagaimana kepemimpinan dari pemimpin yang Saya lihat beliau bisa menjadi motivator, menjadi contoh menjadi teladan, khususnya keluarga besar Al-Zaytun dulu, baru keluar.

 

Keluar menjadi sesuatu yang memberi contoh bahwa inilah demokrasi, harapan Saya sih ini terus ditingkatkan khususnya, sehingga seperti proses, proses prinsip hidup seperti air mengalir saja jangan seperti tsunami yang mengagetkan kita malah bisa bikin orang celaka tapi bagaikan air mengalir orang bisa menikmati kesejukan dari Pondok Pesantren ini menikmati kebaikan kebaikan yang tulus dari setiap anggotanya dimulai dari dari pemimpin

 

Saya pikir harapan saya sebagai undangan, ya ditingkatkan lebih baik lagi ya sekarang sudah baik tetapi lebih baik lagi sehingga mata orang terbuka bahwa inilah Indonesia. Kita beraneka ragam kita majemuk kita prular tapi inilah Indonesia

 

Seandainya kalau saya diundang kembali dan Kalau saya tidak ada halangan tidak ada kegiatan dengan senang hati saya akan datang lagi kebetulan suami memberikan respon , Mah… Ayo kita pergi ya su

Harapan saya pertama untuk pimpinannya tetap mendukung beliau supaya sehat karena suatu organisasi kan memang juga tergantung bagaimana kepemimpinan dari pemimpin yang saya lihat beliau bisa menjadi motivator menjadi contoh menjadi teladan khususnya keluarga besar Al zaytun dulu baru keluar keluar menjadi sesuatu yang memberi contoh bahwa inilah demokrasi harapan saya sih ini terus ditingkatkan khususnya masalah tulang sehingga seperti apa Ya seperti proses, proses prinsip hidup seperti air mengalir saja jangan seperti tsunami yang mengagetkan kita malah bisa bikin orang celaka tapi bagaikan air mengalir orang bisa menikmati kesejukan dari Pondok Pesantren ini menikmati kebaikan kebaikan yang tulus dari setiap anggotanya dimulai dari dari pemimpin

 

Saya pikir harapan saya sebagai undangan, ya ditingkatkan lebih baik lagi ya sekarang sudah baik tetapi lebih baik lagi sehingga mata orang terbuka bahwa inilah Indonesia. Kita beraneka ragam kita majemuk kita prular tapi inilah Indonesia

 

Seandainya kalau saya diundang kembali dan Kalau saya tidak ada halangan tidak ada kegiatan dengan senang hati saya akan datang lagi kebetulan suami memberikan respon , Mah… Ayo kita pergi ya sudah hayo, dan secara pribadi saya senang dan saya sedikit berharap seandainya saya diundang lagi saya akan bersyukur dan akan datang. Saya sudah melihat sesuatu yang baik dikesan pertama ini disini.

Mengapa Bunda tidak mengajak Jemaat utuk ikut hadir…?

Nah, itu mungkin itu juga harus koordinasi dengan panitia jika diizinkan (membawa jemaatnya) karena saya baru pertama jadi belum tahu prosedurnya, memang sudah di jelaskan karena sifatnya ini mendadak. Mungkin kita sudah ada acara pada libur kan ?, tapi next jika seandainya diundang lagi kita sudah punya pemikiran lain, mungkin kita tidak hanya berdua tapi kita mengajak orang lain.

 

Saya ingin mengajak adik saya ingin mengajak anak saya, supaya bisa melihat nilai kehidupan bawa kita memang beda agama, beda suku, dengan orang lain dan kita satu dalam bangsa Indonesia. Cuma mereka ada kegiatan.

 

Pluralisme kemajemukan itu di Indonesia menurut saya itu memang unik memang beda dengan negara lain.

Kalau diizinkan untuk bawa Jemaat Saya akan bawa.

(Edy M)

Redaksi
About Redaksi 865 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*