Nuansa Kebangsaan Di Pengajian Bulanan Muhammadiyah

Nuansa Kebangsaan Di Pengajian Bulanan Muhammadiyah

Budayabangsabangsa.com – Jakarta Jum’at, (06/10/2017)

Pengajian bulanan PP Muhammadiyah di Auditorium KH. Ahmad Dahlan, Menteng Jakarta Pusat digelar dan disesaki ribuan jemaa’ah yang datang dari berbagai daerah dengan tema ISLAM, TNI, Dan KEDAULATAN BANGSA dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Prof. Dr. Salim Said, Drs. H. Hahrianto Y Thohari MA, Prof. KH. Din Syamsudin, Haidar Natsir.

Haidar Nasir selaku moderator sambil berseloroh mengatakan “Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah kita bisa melaksanakan pengajian malam ini dan selamat datang kepada Panglima TNI Jenderal (Kyai Haji) Gatot Nurmantyo dan selamat ulang tahun ke 72 TNI,” yang disambut tawa hadirin.

Islam dan TNI adalah komponen penting dalam menjaga kedaulatan bangsa. TNI bersinergi dengan Umat Islam menjaga kedaulatan negara, yang akan menghadapi paradigma baru dalam menjaga kedaulatan negara, menjaga kekuatan bersama dan menjalin hubungan seluruh komponen bangsa dalam menghadapi tantangan, kemajuan dan problematika di Indonesia”, tuturnya.

Panglima TNI dalam sambutannya ” Islam, TNI dan Kedaulatan Bangsa, tidak bisa terlepas dari sejarah, tiap-tiap daerah banyak pejuang dan memiliki para pahlawan, senjata khas dan tarian perang. Konteks ini menggambarkan bahwa orang Indonesia berjiwa ksatria.

Mereka melaksanakan perlawanan, tidak pernah berhasil karena masih bersifat kedaerahan, suatu ketika muncul pemuda yaitu Budi Utomo, kemudian muncul Kyai Ahmad Dahlan dengan tujuan untuk meningkatkan persatuan, kenapa cepat? Jawabannya karena adanya ajaran Islam. Hubbul Wathan Minal Iman. Cinta tanah air sebagian dari Iman.

Dahulu sudah ada akademi pelaut di Aceh dengan tokohnya Malayahati, pejuang yang tidak takut mati tidak pernah menyerah dalam membela yang lemah.

Slogan “Merdeka atau Mati” itu adalah salah satu slogan jihad umat Islam. TNI, Umat Islam bersama umat lainnya berjuang, untuk merebut kemerdekaan dengan sejata seadanya”, tegas Panglima TNI.

Indonesia merdeka tidak dibantu oleh negara manapun. Umat Islam menaungi agama yang lain dengan Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kalau Pancasila diamalkan dan dilaksanakan maka negara aman. Indonesia banyak agama, suku, bahasa dan budaya tetapi bersatu karena memegang teguh Pancasila. Banyak negara didunia terpecah belah karena tidak bersatu, seperti Uni Soviet, Sudan, dan Yugoslavia.”.

Guru Besar Unhan Profesor Doktor Salim Said, menyampaikan “Banyak negara didunia yang karena faktor ketakutan dengan negara lain menjadi negara maju, Korsel takut dengan Korut, Israel Yahudi takut berada diantara negara-negara Arab, Singapura 76% Cina berada di kawasan Melayu, Taiwan takut terhadap China, sekarang Indonesia seluruh Pejabat yang di KPK itu di sumpah, tetapi melanggar sumpah, tantangan kita adalah bagaimana caranya untuk kemajuan bangsa dan menjaga keutuhan NKRI”, ucapnya.

Nuansa Kebangsaan Di Pengajian Bulanan Muhammadiyah 2017-10-08 at 12.52.58

Sementara itu Harjanto Y Tohari MA selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah mengatakan, “Muhammadiyah dengan TNI sangat erat sekali, Panglima Besar Jenderal Sudirman mengalir darah Muhammadiyah.

Divisi Hubbul Wathon yang diciptakan untuk memberikan pertolongan tanpa melihat latar belakang, mengajarkan ke Bhinekaan dan kemajemukan. Negara kita sangat besar, untuk melindungi Bangsa Indonesia memerlukan kerja bersama untuk menegakan kedaulatan, tetapi kita perlu TNI yang kuat, TNI yang profesional di tandai Welltrainee – dilatih yang baik, – wellequip – di kasih senjata yang baik dan – wellpay harus digaji yang baik, agar pertahanan kuat harus di dukung oleh semua rakyat, membentuk kesejahteraan rakyat”, ujarnya.

Disesi lainnya Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. K.H Din Syamsudin ” TNI kuat bersama rakyat seharusnya terjalin erat, tentara sebagai garda terdepan untuk kedaulatan negara Indonesia, demi menciptakan negara yang berdaulat dan bermartabat, kriteria untuk menunjukan tentara berakhlak mulia dan menjaga tegaknya kedaulatan, sudah dicontohkan oleh Panglima Gatot.

Jangan ajari Muhammadiyah toleransi dan menjaga persatuan, karena Muhammadiyah sudah terlebih dahulu mempraktekkan. Semoga kita menjadi negara yang kuat” ungkap Prof Din

[Ebud]

About Redaksi 454 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*