Nanda Baharudin Spd, B CHC. CCDD : Menzahirkan Jati Diri Indonesia Yang Hakiki Dengan Memahami Pancasila

Budayabangsabangsa.com, Indramayu

Sempena 1 Syuro 1441 H di pondok pesantren Al-Zaytun yang dihadiri oleh 27.553 tamu undangan baik dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara, seperti dari Malaysia dan Singapura. Hadir pula beberapa tokoh nasional dan tokoh lintas agama yang sengaja diundang untuk melengkapi peringatan 1 Syuro di Ma’had Al-Zaytun.

Nanda Baharudin, Spd B, CHC. Cc Dd Tokoh dari Komunitas turut hadir dalam perayaan 1 Syuro 1441 H yang bertema Menzahirkan Jati Diri Indonesia yang Hakiki.

Para tamu undangan dari berbagai daerah, tokoh masyarakat serta tokoh lintas agama sedang menikmati hidangan makan siang di resto wisma tamu Al-Islah. Duduk bersama penuh kedamaian.
Para tamu undangan dari berbagai daerah, tokoh masyarakat serta tokoh lintas agama sedang menikmati hidangan makan siang di resto wisma tamu Al-Islah. Duduk bersama penuh kedamaian.

Dalam sambutannya Nanda Baharudin menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Syaykh Al-Zaytun atas undangan yang telah disampaikan kepadanya. “Saya bangga bisa melihat keaslian dan kemewahan tempat ini yang menyatu dengan alam, pembangunan infrastruktur yang rapih dengan fasilitas yang lengkap ini satu-satunya pesantren yang ada di Indonesia. Dan menariknya beras, garam, ayam, telur, minyak wijen serta daging di produksi sendiri dan bebas dari bahan kimia,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi awak media di Al-Zaytun Nanda Baharudin Spd B, CHC .Cc Dd menyampaikan sesuai dengan tema hari ini kita hadir untuk mempersatukan Indonesia. Disini hadir berbagai tokoh lintas agama dan saya berharap aliran kepercayaan juga bisa hadir bersama kita menyatu dibawah naungan nilai-nilai dasar negara yaitu ketuhanan yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusawaratan perwakilan, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Itulah jati diri Indonesia yang hakiki. (Sastra Suganda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*