Miris, Gedung Kantor Wali Kota Jakarta Utara Dalam Kondisi Memprihatinkan

Budayabangsabangsa.com – Jakarta

Antisipasi dan penanggulangan bencana kebakaran gedung, Pemda DKI Jakarta telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2008 tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran dan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 143 Tahun 2016 tentang manajemen keselamatan kebakaran gedung dan manajemen keselamatan kebakaran lingkungan.

Gedung kantor Wali Kota Jakarta Utara yang berada di Kecamatan Tanjung Priok, sangat beresiko tinggi terhadap keselamatan nyawa ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di dalamnya maupun bagi warga yang berkunjung, jika terjadi musibah kebakaran.

Sistem pengendalian kebakaran (Fire System) di gedung tersebut bermasalah, lantaran rusak dan tak bisa difungsikan serta menurunnya kualitas alat pemadam kebakaran di gedung tersebut.

Sangat miris dan memalukan, disaat pemerintah Provinsi DKI Jakarta gencar mengeluarkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk bangunan gedung swasta, di gedung aset milik pemerintahan DKI Jakarta yaitu Gedung Walikota Jakarta Utara, hal tersebut malah tidak diperhatikan.

Dari pantauan wartawan, beberapa yang diduga rusak tersebut yakni, selang hidrant yang rusak (bolong) di lantai 5 Blok P dan selang hidrant yang tidak ada di lantai 1 Blok P gedung Wali Kota Jakarta Utara.

Selain itu, Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di gedung pemerintah Provinsi DKI tersebut ternyata telah melewati batas waktu pemeriksaan selama 5 bulan lebih sejak Desember 2018 merujuk sertifikat yang ada di APAR.

Terkait hal ini, Kepala Bagian Umum dan Protokol Jakarta Utara, Win Bawar Gayo, belum dapat menjelaskan lantaran dirinya masih mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat).

Penjelasan dari anggota pemadam kebakaran untuk dapat menanggulangi adanya kebakaran secara maksimal, dalam suatu gedung semua alat kebakaran harus tersedia dan berfungsi dengan baik.

Komponen variabel yang harus diperhatikan dan tersedia dalam penanggulangan bencana kebakaran gedung, seperti:
– Fire Trap (Pemadam Api Otomatis) harus berfungsi,
– Pompa (Hidrant) harus berfungsi,
– Siamese Connection,
– Tabung APAR

APAR yang telah melampaui tanggal pemakaian dapat mengurangi kualitas. “Masih bisa digunakan, cuma kualitasnya agak berkurang. APAR sendiri masih bisa digunakan sampai satu tahun dari masa kadaluarsa, tetapi itu tadi kualitas APAR jadi berkurang.”

Warga yang mengetahui bahwa Gedung Walikota Jakarta Utara sangat menyedihkan karena tidak memadai alat pendukung penanggulangan Pemadam kebakarannya, mencibir dan bahkan ada yang berucap, “Mungkin sudah kehabisan anggaran untuk perawatan alat pendukung penanggulangan kebakaran tuh, Bang, atau mungkin pejabat atau aparatur yang kerja didalamnya sudah bisa pastikan tidak akan terjadi kebakaran di gedung ini, hahahahaha,” sindir warga. (ZUL)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*