Minggu Advent Ke Empat Prosesi Pelajar Sidi HKBP Resort Ancol Podomoro

Peneguhan Janji Pelajar Sidi Jemaat HKBP Resort Ancol Podomoro

IMG_20201220_115735

Budayabangsabangsa.com,Jakarta- Peneguhan sidi(manghatindakhon hata haporseaon) yang dilaksanakan di Gereja HKBP Resort Ancol Podomoro Jakarta(20/12/2020), yang mengikuti pembelajaran selama setahun, jumlah yang mengikuti peneguhan Sidi sebanyak 15 orang(laki-laki 9 orang dan perempuan 6 orang), setelah selesai ibadah dilanjutkan dengan Perjamuan Kudus kepada anak Sidi dan Jemaat.

Sebelum prosesi peneguhan Sidi diawali dengan acara Kebaktian(Ibadah) dengan khotbah yang dibawakan oleh Pendeta Rijon Malcom Siahaan,STh.

IMG-20201220-WA0016

Ibadah yang juga dilaksanakan secara virtual dengan live streaming dengan mengikuti protokol kesehatan dengan 3 M, yang sebelum masuk ke Gereja ada pemeriksaan suhu tubuh.

Khotbah Ibadah oleh Pendeta Rijon diambil dari 2 Samuel 7:1-16 ”
7:1 Ketika raja telah menetap di rumahnya i dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya j di sekeliling, k 7:2 berkatalah raja kepada nabi Natan: l “Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, m padahal tabut Allah diam di bawah tenda. n ” 7:3 Lalu berkatalah Natan kepada raja: “Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, o sebab TUHAN menyertai engkau.” 7:4 Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian: 7:5 “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau p yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? q 7:6 Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel dari Mesir sampai hari r ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah s sebagai kediaman. t 7:7 Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, u pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan v umat-Ku Israel, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah w dari kayu aras? x 7:8 Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, y untuk menjadi raja z atas umat-Ku Israel. a 7:9 Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani b dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama c orang-orang besar yang ada di bumi. d 7:10 Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, e sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan f dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim g seperti dahulu, h 7:11 sejak Aku mengangkat hakim-hakim i atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu j . Juga diberitahukan k TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan l keturunan m kepadamu. 7:12 Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian n bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, o dan Aku akan mengokohkan kerajaannya 1 . p 7:13 Dialah yang akan mendirikan rumah q bagi nama-Ku r dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. s 7:14 Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. t Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia u dengan rotan v yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. 7:15 Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, w seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, x yang telah Kujauhkan dari hadapanmu. 7:16 Keluarga dan kerajaanmu y akan kokoh z untuk selama-lamanya a di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya”.

Rijon dalam khotbahnya, menegaskan bagaimana kepercayaan Raja Daud kepada Tuhan, tetapi dengan sifat Raja Daud yang selalu berusaha untuk lebih mulia dari Tuhan, tapi sifat Raja Daud bukan untuk dapat ditiru melainkan bagaimana agar Tuhan hidup ditengah kehidupan manusia dengan meninggalkan kesombongan, yang memiliki Harta dan Kekuasan.

Barometer kehidupan di hadapan Tuhan adalah bagaimana hidup sebagai keluarga Allah, dan Bangsa Kerjaan Allah yang abadi, bukan kerajaan yang fana di kehidupan dunia, sambung Rijon.

Diakhir khotbah Rijon menegaskan, Sebagai mahluk ciptaan TUHAN Allah janganlah mencoba untuk merajai Tuhan Allah, dan menciptakan kerajaan dengan kekuasaan dan kekayaan duniawi, karena sekuat apapun kerajaan itu akan runtuh, dan akan tetap mati juga dengan akan menghadap Tuhan.

Selesai Khotbah dilanjutkan dengan prosesi Peneguhan Pelajar Sidi, nasehat Pendeta Rijon kepada pelajar sidi “Bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang hidup dengan Firmam Tuhan dan Aturan yang selama dipelajari dalam sidi, dan kelak akan menjadi orang yang beruntung dimanapun berada”.(zul)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*