Medsos Dapat Pertemukan Kembali Anak Dengan Orang Tuanya

Budayabangsabangsa.com – Jakarta, Daffa (6 tahun) menangis meraung-raung di kawasan Cawang karena kebingungan tidak bisa pulang ke rumah orang tuanya. Anak tersebut kemudian ditolong oleh ojek online untuk diserahkan kepada Petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Jakarta Timur.

“Tim Satgas P3S Jakarta Timur menerima rujukan anak yang ditemukan oleh ojek online di kawasan Cawang. Ketika diajak ngobrol, awalnya anak tersebut tidak mau bicara karena sedang menangis” jelas Benny Martha, Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Jumat (18/11).

“Untuk menghibur, petugas P3S membawa anak ini jalan-jalan dengan kendaraan operasional. Akhirnya setelah ditanyakan kembali, anak ini menyebutkan namanya dan memberitahukan rumahnya yang berada di Jembatan tiga” imbuh Benny.

“Dalam perjalanan, Dafa bercerita bahwa: mamanya bekerja di rumah sakit, Ia ingat saat jam segini sudah pulang ke rumah. Ketika ditanya mamanya kerja di rumah sakit apa, dia hanya jawab iya iya”, jelas Benny.

Medsos Tak selalu Buruk

Mendapatkan laporan tersebut, Dinsos DKI mengumumkan penemuan anak ini di media sosial Twitter, Instagram, dan Facebook. Tidak lama kemudian salah satu radio menyiarkan juga berita ditemukannya anak ini di kawasan Cawang yang masih dalam penanganan Satgas P3S Jak Timur.

Dari informasi yang disiarkan oleh radio tersebut, keluarga Daffa mendengar dan kemudian berkomunikasi dengan penyiar dan Petugas P3S Jakarta Timur. Akhirnya disepakati untuk bertemu di PSAA Putra Utama 1 Klender.

Pertemuan antara Daffa dan orang tuanya sangat haru. Mereka bersyukur bisa bertemu lagi dan berjanji akan menjaga anaknya agar tidak sampai hilang kembali.

Pelajaran berharga buat pemerintah dan para penegak hukum yang selama ini menilai media sosial kerap jadi pemicu hal – hal buruk terjadi di negeri ini, dari mulai kerusuhan, provokasi dan fitnah.

padahal, semua kembali kepada sumber daya manusianya, siapapun tak dapat menyalahkan kemajuan tekhnologi, tekhnologi diciptakan untuk memudahkan urusan manusia, namun, jika SDM nya lemah, maka tekhnologi dapat menjadi bencana.

Oleh karenanya, Pemerintah harus sungguh – sungguh dalam membangun SDM warga negaranya, Kini pendidikan sudah mendapatkan Anggaran 20% dari RAPBN, tetapi kualitas pendidikan di negeri ini masih rendah, penyelewengan anggaran pebdidikan berupa BOS, BOP, DAK dan BSM masih marak, di Bekasi Jawa Barat, khususnya SDN di wilayah Tambun Utara kondisinya sangat menyedihkan, di sekolah – sekolah dasar negeri tidak ada buku paket yang dapat dibawa siswa kerumah untuk belajar dirumah. Ini harus segera diperhatikan oleh pemerintah pusat.

About admin 269 Articles
Seorang Admin Yang Hobi dengan Berita dan Web Programming

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*