Mahasiswa IAI AL AZIS Menggelar Persidangan Peradilan Agama

Budayabangsabangsa.com – Indramayu, Senin 19/06/2017. Dihadiri oleh 31 Orang Mahasiswa Fakultas Syariah Prodi Hukum Ekonomi Syariah dan Dosen Pembimbing menyelenggarakan persidangan peradilan agama semu dengan agenda sidang “cerai dan gugat “ di kampus IAI AL AZIS Gedung Haji Mohammad Soeharto pada Rabu 14 juni 2017.

Acara persidangan peradilan agama semu dengan cara bergiliran menjadi hakim ketua, hakim anggota, panitera, saksi, pemohon dan penggugat, acara dimulai dari petugas panitera mempersiapkan acara yaitu menghadirkan hakim ketua hakim anggota dan memanggil pemohon dan penggugat.

WhatsApp Image 2017-06-14 at 21.45.14

Dalam persidangan di selingi pengarahan dari dosen pembimbing, adapun arahan nya adalah seperti waktu panitera menghadirkan hakim ketua dan hakim angggota dan pembacaan susunan acara harus tegas karena panitera berhak memanggil dan mengeluarkan peserta sidang.sementara itu para peserta sidang dilarang tertawa atau pun bercanda karena menurut dosen pembimbing persidangan itu sangat sakral, adapun agenda sidang, sidang pertama nasehat dan mediasi, sidang kedua jawab menjawab dan menghadirkan saksi, sidang ketiga musyawarah dan pembacaan putusan.

WhatsApp Image 2017-06-14 at 21.43.21

Ali wafa (dosen pembimbing) saat wawancara mengatakan, tujuan diadakan persidangan peradilan agama semu adalah memberikan pengalaman kepada teman teman mahasiswa ketika diberikan amanah sebagai hakim ketua hakim anggota panitera agar tahu tugas masing–masing, dilembaga peradilan agama apapun tugasnya hakim ketua, tugasnya hakim anggota, tugasnya panitera dan semuanya nanti dapat di mengerti itulah tujuannya, ketika anda bekerja di lembaga peradilan tidak bingung lagi karena sudah tahu teori tentang hukum acara peradilan agama, maka perlu teori teori itu perlu praktek itulah maanfaatnya. Beliau berharap juga temen temen mahasiwa ketika lulus dapat mengisi jabatan jabatan di peradilan agama. pungkasnya

[Parmanto]

Redaksi
About Redaksi 612 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*