Lagu Kebangsaan Indonesia Raya 3 Stanza Dinyanyikan Di Acara Pernikahan

Budayabangsabangsa.com – Jakarta

Tak banyak orang tahu bahwa lagu Indonesia Raya memiliki tiga stanza atau kurang memahaminya. Selama ini orang hanya menyanyikan satu stanza. Padahal kalau dinyanyikan tiga stanza sangat mendalam dan menggugah rasa nasionalisme kita.

“Sebab kalau dinyanyikan dua stanza lainnya, ber makna sangat mendalam dan besar artinya bagi kita untuk memupuk rasa kebangsaan kita,” kata Sumanto, Spdi. MM. dalam sambutan pernikahan mewakili keluarga mempelai wanita Sohibul hajat Sobana/Saripah, Bekasi, Senin (08/07).

Menurutnyir 3 stanza 4a menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan satu stanza bukanlah kesalahan. Tetapi jika dinyanyikan secara lengkap 3 stanza efeknya sangat luar biasa. Syairnya benar-benar menggugah nasionalisme kita. Sesuai dengan pendidikan karakter dan merupakan doa untuk Indonesia Raya yang kita cinta dan saat ini harus kita galakkan.

Sumanto mengakui lagu kebangsaan Indonesia Raya yang memiliki 3 stanza menjadi bukti perhatian para pendiri bangsa yang besar.

Dalam pasal 4 ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1958 dikatakan bahwa lagu kebangsaan itu adalah pernyataan perasaan nasional, ini konsep yang luar biasa. Lagu kebangsaan bukan sekedar lagu tapi sebuah pernyataan,” ungkap Sumanto.

Selain kurang populernya dua stanza lainnya, lagu Indonesia Raya diakui Sumanto
sering dinyanyikan secara kurang tepat untuk merevitalisasi semangat dan pesan yang terkandung dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya. “Upaya meluruskan sejarah lahirnya lagu Indonesia Raya,” ungkapnya

ir 3 stanza 3Aulia salah tamu undangan yang hadir diacara pernikahan ditemui oleh awak media mengungkapkan “Menyanyikan lagu Indonesia raya 3 Stanza itu bagus dibanggakan dan sangat sakral sekali karena rasa nasionalis kita tumbuh dinyanyikan di sebuah acara pernikahan seperti ini sekali seumur hidup dan bisa dinyanyikan seterusnya di pernikahan berikutnya agar generasi muda seperti saya ini paham dan mencintai Indonesia,” kata Aulia. (A.haris/Kardono)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*