Ketika Hutan di Kalimantan Terbakar, Hutan di Indramayu Justru di Tanami

Budayabangsabangsa.com- Jakarta

(20/09/2019) Saat ini, tiap hari kita disajikan tayangan berita di televisi hutan terbakar di kalimantan, yang akibatkan polusi asap sampai Riau dan negara Jiran Malaysia serta negara Thailand. Belum lagi korban berjatuhan terkena penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) dan menimbulkan ketegangan hubungan antar negara akibat polusi asap.

hutan kalimantanBelum lagi adanya hewan orang utan, yang ikut terbakar dan masih banyak lagi dampak negatif diakibatkan polusi asap akibat kebakaran hutan di kalimantan. Arian warga Banjarmasin, saat dihubungi oleh awak media mengatakan, di wilayah kalimantan selatan saja ada tiga kecamatan yang ratusan hektar lahan nya terbakar. Yaitu di kecamatan Bati Bati dan kecamatan Tambang Ulang kabupaten tanah laut. Dan kecamatan Liang Anggang Kota Banjar Baru. Sudah tujuh hari ini pihak BPBD Provinsi Kalimantan Selatan beserta jajaran dua kepala daerah yakni Bupati Tanah Laut Bapak Drs. H. Sukamta dan Walikota Banjar Baru, bapak Drs. H. Najmi, berjibaku memadamkan api di lahan yang terbakar tersebut bersama unsur SKPD dan masyarakat sekitar, imbuhnya lagi.

hutan indramayuFenomena langka terjadi di wilayah Indramayu, provinsi Jawa Barat tepatnya di pondok Pesantren Al Zaytun, disana hamparan lahan luas ditanami tanaman pohon Jati oleh civitas kampus Al Zaytun. Indonesia yang beriklim tropis dan menganut sistim dua musim, yakni musim hujan dan musim panas. Sangat berpotensi untuk pelestarian lingkungan dan membudidayakan kehidupan flora dan fauna. Hal tersebut dilakukan oleh┬ápesantren Al Zaytun yang beralamat didesa mekar jaya kecamatan Gantar, kabupaten Indramayu. Dengan mengelola lahan secara maksimal, menanam pohon dari berbagai jenis tumbuh tumbuhan sehingga dapat mendukung tersimpannya air tanah secara paripurna. Ungkap Hermanto salah seorang civitas pondok pesantren Al Zaytun saat dijumpai awak media.” Bahkan cekungan cekungan tanah dibuat oleh pesantren Al Zaytun dengan maksud agar secara sistemik dapat menangkap air ketika hujan dan jalannya air dari hulu ke hilir. Sebelum sampai ke eretan pantai utara Indramayu. Yang di kanan kiri jalannya aliran sungai tersebut banyak didapati sawah dan kebun yang luas”. Pungkasnya lagi.

Seperti inilah harapan bangsa Indonesia kepada pemerintah saat ini dalam mengelola sumber daya alam, agar mampu menjadi tumpuan bagi kehidupan generasi penerus bangsa Indonesia. Menjadikan kehidupan manusia yang adil dan beradab, sesuai ajaran Ilahi. Saling harga menghargai kepada manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, air dan tanah serta udara. Sehingga tercipta kondisi baldatun thoyibatun wa robbun Ghofur.

(Iwan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*