Kepsek SMA 92 Diisukan “Arogan” Terhadap Guru Kelas

Budaya bangsa bangsa.com – Jakarta, Seorang pendidik adalah tauladan bagi peserta didiknya, sedangkan Kepala Sekolah adalah tauladan bagi Guru kelas yang ada disebuah sekolah, namun saat ini dunia pendidikan patut prihatin, pasalnya,oknum Kepala sekolah SMA 92 dilaporkan ke Dinas Pendidikan akibat attitude yang kurang baik terhadap Guru kelasnya, informasi yang kami dapatkan dari sumber yang dapat dipercaya adalah, Agnes Sukasni sering memarahi guru tanpa alasan, dan pada awal kepemimpinannya, Agnes sempat melarang siswanya menghadiri berbagai undangan kegiatan rohani, redaksi memiliki bukti undangan kegiatan rohani dari sekolah lain yang ditolak Agnes tersebut.

 bahkan menurut sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, para guru honorer pernah dimintai untuk tidak mengusulkan menjadi PNS, jika hal ini benar, sungguh merupakan prilaku yang tidak terpuji dan tak patut dilakukan oleh seorang Kepala Sekolah yang notabene dituntut berprilaku baik, attitude kurang baik sang Kepsek berdampak pada lemahnya kinerja para guru, hal ini dapat dilihat dari prestasi SMA 92 menurun, menurut catatan dan informasi orang tua siswa, tahun 2014 SMA 92 berhasil meraih medali 25 medali, sedangkan pada kepemimpinan Agnes hanya meraih 6 medali, tak hanya itu, keharmonisan antara guru dan Kepsek yang tergangu juga menyebabkan situasi sekolah yang tidak kondusif.

 dalam wawancara melalui telpon selulernya dengan sangat tidak kooperatif Agnes menolak diwawancarai terkait isu yang beredar tersebut, menurutnya, saya tidak mau berkomentar kecuali kepada pimpinan saya, katanya dengan sangat percaya diri, sementara itu pengawas SMA 92 Euis mengatakan," saya tidak melihat adanya konflik atau masalah diantara guru dan Kepsek (Agnes), jika benar itu ada, saya berharap mereka menyelesaikannya dengan komunikasi yang baik, tapi saya yakin tidak ada konflik di SMA 92," ungkapnya.

Euis dikenal sosok pengawas yang memiliki kapabilitas dan integritas yang tinggi dalam melaksanakan tupoksinya, Ia selalu mengedepankan nurani dalam menyelesaikan setiap masalah, meski demikian Ia mengaku masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikannya, terkait pembinaan mental para Kepala Sekolah dibawah binaannya.

sebagai pengawas baru, Ia selalu berhati – hati dalam mengambil keputusan dan penilaian, baginya, Kepala Sekolah adalah mitra dalam memajukan dunia pendidikan.

 

red..

About admin 269 Articles
Seorang Admin Yang Hobi dengan Berita dan Web Programming

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*